Peluang Banding Tipis, PSIR Rembang Tempuh Cara Ini Usai Diskualifikasi
Rapat koordinasi antara manajemen dan pengurus PSIR Rembang di rumah dinas Bupati Rembang, Selasa malam (17/02).
Rapat koordinasi antara manajemen dan pengurus PSIR di rumah dinas Bupati Rembang, Selasa malam (17/02).

Rembang – Manajemen tim sepakbola PSIR Rembang berkirim surat secara langsung kepada Ketua Umum PSSI pusat, Erick Thohir. Surat tersebut berkaitan tentang hasil putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jateng, baru-baru ini.

Manajer PSIR Rembang, Rasno menjelaskan, surat yang dikirim tertanggal 14 Februari 2026 itu memuat tentang laporan sekaligus permohonan atensi dari ketua umum PSSI.

“Dalam hal ini kami menanyakan tentang kesesuaian pembentukan Komite Disiplin dengan statuta PSSI, khususnya terkait prinsip independensi dan mekanisme konstitusional pembentukan badan yudisial PSSI Jateng. Sebab ini menimbulkan konsekuensi cacat formil terhadap putusan yang dihasilkan,” terang Rasno.

Rasno pun berharap agar ketua umum PSSI meninjau ulang putusan Komdis PSSI Jawa Tengah termasuk mengevaluasi pemberlakuan putusan tersebut. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan marwah PSSI.

“Kami menyampaikan hal ini bukan untuk menghindari tanggung jawab organisasi, melainkan demi menjaga marwah statuta PSSI,” imbuhnya.

Senada, ketua umum PSIR Rembang Nur Hasan mengaku upaya yang ditempuhnya bersama dengan manajemen PSIR Rembang saat ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar mengembalikan marwah PSSI khususnya Jawa Tengah.

“Kami sekaligus juga berterima kasih kepada seluruh jajaran manajemen, official, dan para pemain tanpa terkecuali yang sudah berjuang sejauh ini. Apapun kondisinya ke depan, kami akan tetap mengawal dengan rasa hormat kami kepada seluruh lapisan pecinta dan penikmat sepakbola di Kabupaten Rembang,” terangnya.

Sebelumnya, imbas dari keributan massa pasca laga semifinal leg 2 Liga 4 Jateng antara PSIR melawan Persak Kebumen di Stadion Krida Rembang, PSIR menerima sanksi diskualifikasi dan denda Rp 45 juta. Ditambah, larangan bermain tanpa penonton di laga home sebanyak 6 kali pada musim Liga 4 berikutnya.

Dalam putusan PSSI Jawa Tengah itu, tidak menyebutkan kata-kata kemungkinan peluang banding.

“Masak sebuah keputusan kok nggak ada peluang banding untuk menyampaikan pembelaan, justru itu yang kita pertanyakan,” kata Danang Bagus, salah satu suporter PSIR menyoroti. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.