
Rembang – Kenyataan pahit harus diterima oleh publik pecinta sepak bola di Kabupaten Rembang. Pasalnya, tim kebanggaan mereka PSIR, baru saja mendapat sanksi berat berupa diskualifikasi dari Liga 4 Jawa Tengah musim 2025 / 2026 dan denda sebesar Rp 45 juta.
Selain itu, sejumlah pemain juga dijatuhi hukuman oleh PSSI Jawa Tengah.
Mengutip dari akun instagram resmi PSSI Jawa Tengah, berikut nama – nama pemain yang mendapat hukuman. Diantaranya :
- Rudy Santoso (menghampiri wasit untuk protes dan dengan sengaja menyentuh area organ vital wasit). Skorsing selama 3 tahun dan denda Rp 10 juta.
- Kesuma Satria Yudistira (melakukan protes disertai aksi pencubitan dan penginjakan kaki wasit). Skorsing selama 1 tahun dan denda Rp 5 juta.
- Ahmad Dani Maulana Kiat (melakukan provokasi kepada penonton untuk turun dan masuk ke dalam lapangan dengan menggunakan gerakan tangan sebagai tanda). Skorsing 1 tahun dan denda Rp 5 juta.
- Ammar Dzakwan Manaaf (menghampiri wasit dan melakukan tindakan memiting). Skorsing selama 1 tahun dan denda Rp 5 juta.
- Renafi Septian Prakoso (melakukan protes yang mengarah pada tindakan intimidasi). Skorsing 6 bulan dan denda Rp 3 juta.
- Muhammad Diva Maulana (melakukan protes yang mengarah pada tindakan intimidasi). Skorsing 6 bulan dan denda Rp 3 juta.
- Hairul (melakukan pemukulan yang mengarah ke kepala belakang pemain Persak Kebumen). Skorsing 1 pertandingan dan denda Rp 2 juta.
Sanksi PSSI Jawa Tengah belum berhenti sampai disitu. Seorang anggota panitia penyelenggara (panpel) PSIR, Abdul Rochman, disanksi larangan memasuki stadion dan tidak boleh terlibat dalam aktivitas sepak bola seumur hidup.
Ia diduga melakukan pemukulan dan tendangan yang mengarah ke wasit, sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
Terakhir, PSIR Rembang harus membayar denda sebesar Rp 5 juta, akibat tingkah laku buruk penonton yang melakukan pelemparan kemasan botol air mineral.
Jika ditotal, denda yang harus ditanggung oleh tim PSIR Rembang mencapai Rp 83 juta.
Manajer PSIR Rembang, Rasno menyatakan pihak pengurus dan manajemen akan menggelar rapat, sebelum menentukan langkah-langkah selanjutnya.
“Nanti kita rapatkan dulu mas, antara pengurus dan manajemen PSIR. Setelah itu, baru kita melangkah,” tandasnya Minggu pagi 15 Februari 2026. (Wahyu Adi).

