
Rembang – Jumlah pasien yang menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, karena dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) semakin banyak.
Kalau sebelumnya hanya 5 orang, per Sabtu pagi ini (08 Agustus 2026) sudah mencapai 16 orang.
Kasi Informasi RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, M. Nur Achdi Yustanto saat dikonfirmasi menjelaskan 16 pasien rawat inap tersebut, meliputi siswa SMP N 5 Rembang, siswa SD Annawawiyah Tasikagung, keluarga siswa dan keluarga guru.
Kasus dugaan keracunan itu meluas, karena diduga menu MBG dibawa pulang, kemudian dimakan di rumah.
“Informasi yang kami terima, ada yang dibawa pulang, terus dimakan di rumah,” terangnya.
Dari sisi gejala, pasien yang berasal dari keluarga siswa maupun keluarga guru tersebut masih sama dengan pasien para pelajar, yakni mual, muntah dan diare.
“Ya betul, gejalanya sama. Tapi kami tidak menyebutkan penyebab, karena masih simpang siur dan harus menunggu hasil lab,” imbuh Nur Achdi.
Sementara itu, di Rumah sakit Bhina Bhakti Husada Rembang, sampai Jum’at malam (07/08), masih ada 4 pasien dugaan keracunan, dengan rincian 3 orang siswa dan 1 guru.
Kalau dijumlah dengan pasien rawat jalan, yang masuk ke RS Bhina Bhakti Husada, totalnya 9 orang.
Atas kejadian tersebut, dapur SPPG Mondoteko 3 di sebelah timur Perempatan Mondoteko Rembang, terhitung hari Kamis (06 Agustus 2026) sudah berhenti menyalurkan MBG. (Musyafa Musa).

