
Rembang – Sekira 10 anak di KB/TK Tunas Bangsa Jalan Pemuda Rembang atau belakang kantor DPD II Golkar, mengalami gejala pusing, muntah-muntah dan diare.
Diduga juga ikut keracunan, setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko 3.
Mereka memilih tidak masuk sekolah, sejak Rabu dan Kamis kemarin. Bahkan ada pula yang masih tidak masuk, sampai hari Jum’at ini (07 Agustus 2026), karena kondisi belum sepenuhnya pulih.
Kepala Sekolah KB/TK Tunas Bangsa, Sulasmiyati ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu.
“Benar, ada mas. Kalau hitungan kami, tidak lebih dari 10 anak,” ujarnya.
Sulasmiyati menambahkan saat pembagian MBG hari Selasa lalu yang disinyalir memicu gejala keracunan, kebetulan banyak anak tidak mau makan.
“Karena banyak yang nggak dimakan,” imbuhnya.
Guru di TK Tunas Bangsa, Elvie Nurisnawati mengatakan pada hari Selasa itu, kebetulan dirinya tidak masuk mengajar karena sakit, sehingga banyak siswanya yang tidak makan MBG.
“Soalnya pada mau makan, kalau saya yang nyuapin. Di sisi lain bersyukur sich, saya nggak masuk, anak-anak nggak makan MBG. Nggak masukku membawa berkah. Kalau misal masuk, nggak bisa membayangkan akan seperti apa,” kata Elvie, Jum’at (07/08).
Elvie menambahkan di kelasnya terdapat 2 anak yang mengalami gejala muntah dan diare. Begitu orang tua mengabarkan, ia menyarankan lebih baik anak istirahat di rumah dulu, sampai benar-benar pulih.
“Kondisinya lemas, yang 1 sudah membaik, yang 1 nya lagi masih pemulihan. Orang tua berusaha merawat di rumah dulu, nggak sampai masuk ke rumah sakit,” ungkapnya.
Selain di Kelompok Bermain dan TK Tunas Bangsa, sebelumnya gejala dugaan keracunan juga dialami ratusan siswa, guru dan pegawai TU SMP N 5 Rembang, kemudian siswa SD/SMP An-Nawawiyah Tasikagung.
Jika mengacu data, SPPG Mondoteko 3 ini mendistribusikan MBG ke berbagai lokasi, dengan jumlah penerima manfaat 2.516, tersebar diantaranya :
- KB Tunas Bangsa
- KB Harapan Kita
- KB GIS
- KB Masyitoh
- RA Masyitoh
- TK GIS
- TK Tunas Bangsa
- TK Harapan Kita
- SD Annawawiyah
- SD GIS
- SLB N Rembang
- SMP Annawawiyah
- SMP N 5 Rembang
- Balita Desa Mondoteko
- Ibu hamil Desa Mondoteko
- Ibu menyusui Desa Mondoteko
Sejumlah kalangan mempertanyakan apakah kejadian semacam ini bisa diproses hukum ? Sejauh pantauan di lapangan, belum sampai mengarah kesana.
Baru sebatas Dinas Kesehatan dan Badan POM melakukan langkah-langkah penyelidikan uji sample makanan, yang kala itu berupa nasi, tempe kering, telur balado, buah semangka dan susu.
Semenjak kasus tersebut mencuat, SPPG Mondoteko 3 mulai hari Kamis (06 Agustus 2026) berhenti menyalurkan MBG, sampai batas waktu yang belum ditentukan. (Musyafa Musa).

