
Sumber – Timnas Indonesia saat ini tengah berpartisipasi pada gelaran Piala AFF (ASEAN Cup), yang dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 26 Agustus 2026.
Seluruh komponen tim, mulai dari staf kepelatihan, pemain dan manajemen terus menjaga dan meningkatkan kekompakan, demi mewujudkan mimpi merengkuh gelar juara untuk pertama kalinya pada pesta sepak bola se Asia Tenggara itu.
Namun tak banyak yang tahu, ternyata ada peran penting pria asal Kabupaten Rembang Jawa Tengah, dalam tim yang dipimpin oleh pelatih kepala Jhon Herdman tersebut.
Ia adalah Fery Muchlas, pria berusia 36 tahun asal Dusun Sekararum Desa Sekarsari Kecamatan Sumber, yang dipercaya sebagai video analis Timnas Indonesia pada gelaran Piala AFF tahun ini.
Saat dihubungi via whatsapp, hari Rabu (05/8), Fery mengaku tidak menyangka bakal mendapat panggilan dari Timnas Indonesia.
Ia merasa senang dan bangga, seraya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk negara tercinta.
“Sebenarnya nggak nyangka. Tapi mungkin karena Timnas kekurangan video analis akhirnya saya dipanggil. Alhamdulillah senang dan sudah berkabar sama keluarga di Rembang juga,” tuturnya.
Menurut Fery, di era sepak bola modern seperti sekarang ini, keberadaan seorang video analis sangat penting bagi sebuah tim.
Tugas pokoknya adalah menyiapkan laporan video tentang calon lawan, membuat video dan mengevaluasi taktikal tim, termasuk memberikan saran dan masukan kepada pelatih kepala.
“Kalau di Indonesia tim Liga 1 dan Liga 2 wajib punya video analis. Kalau Liga 3 atau Liga 4 mungkin hanya sebagian. Memang sepenting itu keberadaan video analis dalam sepak bola modern,” imbuh Fery.
Latar belakang dan perjalanan karir
Bagi seorang Fery Muchlas, sepak bola bisa dibilang separuh nyawa hidupnya. Sebab sejak usia belia, ia sudah bergelut dengan si kulit bundar, bahkan sempat bermimpi menjadi pesepak bola profesional.
Ia tercatat pernah memperkuat tim sepak bola Kabupaten Rembang, dalam berbagai kejuaraan kategori usia. Bermain satu tim dengan nama – nama yang sudah familiar seperti Effendi “Bendot”, Yoni Ustaf Bukhori, dan Rapi’i.
“Dulu memang sempat di PSIR junior. Cita – citanya sih pengin jadi pemain bola, tapi takdir berkata lain,” ujar pria yang khas dengan brewok tipisnya itu.
Bicara soal pendidikan, Fery pernah bersekolah di SD N Kedungasem Sumber, SMP N 1 Sumber dan SMA N 3 Rembang.
Kemudian ia melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Setelah menyelesaikan pendidikan ilmu olahraga di UNY, Fery memantapkan hati untuk menekuni dunia kepelatihan.
Ia memulai perjalanan dengan melatih tim muda di daerah Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum akhirnya menyeberang ke Pulau Dewata.
Nasibnya kian mujur setelah menyelesaikan kursus video analis sepak bola. Pada tahun 2022, ia bergabung dengan tim PS Barito Putera, yang kala itu masih berada dilevel tertinggi sepak bola nasional.
Karir Fery semakin menanjak, setelah di tahun 2023 ia resmi menjadi bagian dari salah satu tim sepak bola dengan fasilitas latihan terbaik di Indonesia, yaitu Bali United.
“Dulu di PS Barito Putera satu musim. Setelah itu pindah ke Bali United dan alhamdulillah masih bertahan sampai sekarang,” terangnya.
Kehidupan pribadi
Fery saat ini banyak menghabiskan hari – harinya di Denpasar Bali bersama sang isteri, yang merupakan warga negara asing (WNA).
Per tahun 2026 ini, ia mengaku sudah mengganti data kependudukan, dari yang sebelumnya warga Kabupaten Rembang menjadi warga Kota Denpasar.
Meski begitu, ia mengaku kerap pulang kampung ke Kabupaten Rembang saat jeda kompetisi maupun ketika ada hajat keluarga.
“Kebetulan tahun ini sudah resmi pindah KTP Denpasar karena memang keseharian hidup disini sama isteri. Tapi tetap pulang ke Rembang kok kalau pas libur kompetisi atau pas ada acara di rumah,” pungkasnya. (Wahyu Adi).

