
Rembang – Sampai Kamis sore (06 Agustus 2026), total sebanyak 17 pelajar masuk RSUD Rembang, karena diduga mengalami keracunan, usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG).
Kasi Informasi RSUD Rembang, M. Nur Achdi Yustanto menjelaskan rinciannya 14 anak berasal dari SMP N 5 Rembang, 2 anak dari SD An-Nawawiyah dan 1 anak siswa SMP An-Nawawiyah Tasikagung, Rembang.
Mereka rata-rata mengalami gejala mual, muntah dan diare.
Dari jumlah 17 pasien tersebut, sampai Kamis sore, ada 5 anak yang masih menjalani perawatan.
“Yang dirawat yakni 3 anak dari SMP 5 Rembang dan 2 anak dari SD An-Nawawiyah. Sedangkan 12 anak lainnya boleh pulang atau rawat jalan,” tuturnya.
Nur Achdi menambahkan 5 pasien yang dirawat, kondisinya sadar.
“Termasuk 1 pasien di ruang HCU anak dalam pengawasan, kondisi semua sadar. Alhamdulilah mulai stabil,” kata Nur Achdi.
Pihak rumah sakit belum membolehkan wartawan untuk menemui pasien, dengan alasan dugaan penyebab masih diselidiki.
Pantauan di SMP N 5 Rembang, per hari Kamis, sebanyak 253 siswa belum bisa masuk sekolah, karena ingin memulihkan kondisi.
Siswa yang masuk hari ini pun mendapatkan pemeriksaan dari petugas medis. Mereka dipulangkan lebih awal jam 11.00, dari normalnya pukul 13.00 Wib.
“Untuk guru yang belum masuk 6 orang dan pegawai TU 1 orang,” beber Menik Mustikatun, Kepala SMP N 5 Rembang.
Sementara itu, dapur SPPG Mondoteko 3 Rembang, mulai hari Kamis ini berhenti beroperasi, pasca kejadian tersebut.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Rembang yang juga Wakil Bupati, Moch. Hanies Cholil Barro’ saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.
“Per hari ini berhenti sementara mas,” ujarnya.
Reporter R2B sudah berusaha konfirmasi kepada Kepala SPPG Mondoteko 3.
Namun saat kami datang ke dapur di sebelah timur Perempatan Mondoteko Rembang Kamis pagi, yang bersangkutan kebetulan masih ada kegiatan di luar dapur SPPG, sehingga belum bisa mendapatkan tanggapan resmi.
Suasana dapur sepi, tampak mobil untuk distribusi MBG terparkir. (Musyafa Musa).

