
Rembang – Tak menunggu waktu lama, Kapolres Rembang yang baru, AKBP Muhammad Solikhin Fery langsung bertemu dengan para wartawan di Aula Mapolres, Selasa siang (04 Agustus 2026).
Dalam silaturahmi kali ini, hadir para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya.
Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Solikhin Fery mengatakan zaman dulu sulit untuk mendapatkan informasi, tapi sekarang banjir informasi.
“Dalam hitungan sepersekian detik, informasi di Rembang, bisa sampai Amerika. Zaman sekarang banjir informasi, dengan mudahnya,” ungkap Kapolres.
Situasi tersebut harus diantisipasi, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang rawan mengganggu Kamtibmas.
Menurutnya, wartawan sebagai elemen penting mencerahkan, manakala terjadi dis informasi dan mis informasi.
“Pemberitaan-pemberitaan yang mencerahkan, yang membuat suasana Rembang damai dan kondusif,” kata Kapolres.
AKBP Muhammad Solikhin Fery menambahkan kondusivitas wilayah menjadi sangat vital, agar masyarakat merasa nyaman dalam beraktivitas.
“Kalau aman, nyaman, semua kan enak. Tentu saya memandang rekan-rekan media merupakan mitra strategis,” terangnya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Musyafa Musa dalam kesempatan itu menyampaikan langkah yang ditempuh Polres Rembang sudah tepat, dalam mewujudkan kemitraan pers yang sehat.
Ia memperinci di Indonesia, terdapat 4 organisasi profesi wartawan yang menjadi konstituen Dewan Pers, yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan PFI (Pewarta Foto Indonesia).
“Ada Undang-Undang Pers, kemudian Dewan Pers yang bertugas mengatur kehidupan pers. Organisasi profesi wartawan di bawah naungan Pers, hanya ada 4, PWI, IJTI, AJI dan PFI. Kalau tidak diatur, akan semakin banyak orang dengan begitu mudahnya, mengaku-ngaku sebagai wartawan, hanya berbekal kartu pers,” ujarnya.
Musa menegaskan jalinan komunikasi dengan jajaran Polres Rembang selama ini sudah bagus.
“Tidak ada kendala. Kalaupun konfirmasi kok lama baru dijawab, yang penting temen-temen wartawan sabar saja. Nggak ada masalah, saya yakin bapak ibu pejabat utama Polres paham ritme kerja wartawan,” imbuh Musa.
Sedangkan dari IJTI diwakili oleh Andi, menyatakan siap mendukung Polres Rembang, dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif.
“Di tengah-tengah semakin derasnya arus informasi, wartawan memiliki tanggung jawab menjernihkan, mana berita yang benar dan mana yang tidak,” tandasnya. (Wahyu Adi).

