
Rembang – Sejumlah kalangan mendesak Pemkab Rembang, untuk memperketat pengawasan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan), setelah pembagian.
Tujuannya, meminimalkan penyimpangan.
Mulai dari kemungkinan bantuan dikuasai untuk kepentingan pribadi, hingga kerawanan bantuan dijual kepada pihak lain.
“Bantuan sering dikuasai ketua kelompok, seperti itu pemerintah sadar nggak sich,” ujar warga di Rembang, Didit.
“Bantuan diterima, lalu banyak yang dijual lagi,” timpal warga lainnya, Mustakim.
Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menegaskan bantuan Alsintan bukan untuk pribadi, tetapi untuk kepentingan kelompok.
“Kami berharap bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kelompok dan dirawat sehingga bisa bertahan relatif lama, guna membantu peningkatan sektor pertanian,” tandasnya, Senin 21 September 2026.
Agus Iwan menambahkan pihaknya siap melakukan pantauan, setelah bantuan disalurkan kepada kelompok tani.
“Ada mas, monitoring juga dibantu oleh rekan-rekan penyuluh,” imbuh Agus.
Menurut Agus, anggaran pengadaan Alsintan tahun 2026 ini sekira Rp 6,3 Miliar.
Bantuan berupa traktor roda 2 sebanyak 80 unit, cultivator 56 unit, kendaraan roda 3 sebanyak 26 unit dan hand rotary 24 unit.
“Khusus traktor roda 2 per bulan September belum pengadaan barang, kemudian yang hand rotary masih proses perakitan. Begitu selesai, akan segera kita distribusikan,” ungkapnya. (Musyafa Musa).
