Pulau Gede Semakin Rusak, Pegiat Lingkungan Siapkan Bibit Tanaman Khusus!! Bukan Cemara Laut
Pohon cemara yang ambruk di Pulau Gede semakin banyak.
Pohon cemara yang ambruk di Pulau Gede semakin banyak.

Kaliori – Pulau Gede di tengah laut, sebelah utara Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, kondisinya semakin rusak oleh abrasi.

Pulau satu-satunya yang masih tersisa di perairan Kabupaten Rembang tersebut, pada musim ombak angin timuran tahun ini, menghadapi gempuran ombak lebih besar dari biasanya. Pohon-pohon yang tumbang bertambah banyak, terutama di sisi timur pulau.

Pegiat lingkungan dari Komunitas Rembangisme, Romy Adi mengaku prihatin atas kondisi tersebut, sehingga pada hari Sabtu besok (08 Oktober 2022) memprakarsai bakti lingkungan untuk Pulau Gede. Salah satunya melalui penanaman pohon, sekaligus bersih-bersih sampah.

“Sudah banyak pohon yang tumbang, sampahnya juga banyak sekali. Ini yang membuat kami tergerak, “ tuturnya, Jum’at (07/10).

Romy menyebut kedepan harus ada gerakan berkesinambungan, dengan menggandeng kelompok-kelompok lain. Ia berharap akan menjadi trend, berwisata sambil melakukan giat peduli lingkungan.

“Jadi nggak cuma berwisata, tapi ada semacam edukasinya, demi mewujudkan keberlanjutan wisata. Apalagi Pulau Gede ini sudah lama menjadi persinggahan wisatawan dari berbagai daerah, “ imbuh Romy.

Romy menambahkan para pegiat lingkungan sepakat untuk menanam pohon pandan laut di sekitar Pulau Gede. Jenis tanaman ini dianggap mampu menahan abrasi, mengurangi dampak ombak pasang dan menekan kerusakan pada daerah di belakang vegetasinya.

“Kami juga membawa potongan bambu, untuk memperkuat pohon pandan laut. Di Pulau Gede ini kalau jenis bibit tanaman nggak tepat, bisa-bisa langsung diserbu kawanan tikus usai ditanam, makanya kita antisipasi, “ bebernya.

Bibit Pandan Laut.
Bibit Pandan Laut.

Pria warga Dusun Siman Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori ini siap mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan untuk Pulau Gede, bisa berjalan secara kontinyu.

“Kami ingin gerakan di hari Sabtu jangan menjadi yang terakhir, tapi bisa disambung dan diikuti komunitas lain. Entah sebulan sekali atau lebih sering lebih bagus. Kita nggak mau suatu saat nanti Pulau Gede hilang tinggal nama, “ pungkas Romy. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan