Kasus Timbun Solar, Membedah Perputaran Uang Dan Adakah Tersangka Lain Terlibat
Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan mengecek barang bukti bak-bak penampungan solar. (Foto atas) Tersangka pelaku NE, yang bertugas membeli solar dari SPBU dikawal polisi.
Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan mengecek barang bukti bak-bak penampungan solar. (Foto atas) Tersangka pelaku NE, yang bertugas membeli solar dari SPBU dikawal polisi.

Kragan – Dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus penimbunan solar subsidi di Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan, masih ditelusuri Polres Rembang.

Namun ada pihak menilai tidak hanya 2 orang yang terlibat. Apalagi tersangka pelaku mampu mengumpulkan berton-ton solar subsidi.

Sebuah sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan penimbunan solar subsidi di Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan sudah berlangsung sejak lama.

Ia mendesak Polres Rembang mengungkap lebih jauh, termasuk kemungkinan adanya oknum operator SPBU main mata, maupun dugaan backing dari pihak tertentu.

“Yang di Kecamatan Kragan itu sebenarnya sudah berjalan lama, siapa-siapa saja yang bermain, saya tahu. Tersangka pelaku yang buron itu, coba ditangkap dulu, “ tuturnya.

Menurutnya, penimbunan solar subsidi sangat merugikan masyarakat secara luas.

“Coba bayangkan yang betul-betul petani punya traktor, mau cari solar susah. Yang bener-bener nelayan, cari 20 liter saja sulit. Tapi di sisi lain ada yang nimbun sampai berton-ton, ini kan keterlaluan, “ imbuhnya.

Masih dari sumber itu, harga solar subsidi sekarang Rp 5.150 per liter, sedangkan solar non subsidi jenis dexlite Rp 17.800 per liter. Ada keterpautan harga sangat jauh, yakni Rp 12.650 per liter.

“Ini misalnya ya, pengepul ambil keuntungan Rp 5 Ribu saja tiap liternya. Kalau dapat 4 ton solar subsidi, sudah untung Rp 20 Juta. Peluang pemasaran banyak, bisa masuk ke sektor pertambangan, sektor perkapalan. Itu yang jadi masalah, “ ucapnya.

Ketika pers release kasus di TKP Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan hari Minggu (28/08), Kapolres Rembang, AKBP Dandy Ario Yustiawan menyatakan untuk keterlibatan pihak lain masih diselidiki.

“Sementara keterangan dari tersangka NE yang membeli solar dari SPBU, solar untuk usaha penggilingan padi, “ beber Kapolres.

Kapolres juga berjanji akan menangkap tersangka pelaku SR (35 tahun), warga Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan yang buron. SR sebelumnya diduga berperan sebagai otak pelaku pengepul dan penimbun solar subsidi.

“Setelah kita lakukan penangkapan terhadap SR, akan kita ketahui dijual kemana saja dan digunakan oleh siapa saja, “ ujarnya.

Lebih lanjut AKBP Dandy Ario Yustiawan mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak coba-coba menyalahgunakan BBM bersubsidi, seiring dengan kemungkinan perubahan harga, dapat memicu penimbunan untuk mengeruk keuntungan besar.

“Kita antisipasi penimbunan dalam jumlah besar, soalnya ada informasi sebentar lagi terkait perubahan harga BBM. Jangan dijadikan alasan untuk melakukan tindak kejahatan, “ tegas Dandy.

Terkait 1 tersangka pelaku yang diduga terlibat dalam kasus penimbunan solar di Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan, berinisial NE (33 tahun), perannya membeli solar dari SPBU, kemudian disetor ke pengepul SR (buron), yang bersangkutan (NE) sudah ditahan.

NE membeli solar berdalih untuk operasional penggilingan padi miliknya. Begitu ditanya apakah NE membawa surat rekomendasi dari dinas terkait, ketika membeli solar di SPBU ?

Kapolres menyampaikan sedang didalami. Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo yang turut mendampingi Kapolres menimpali kalaupun membawa surat rekomendasi, seharusnya maksimal pembelian solar untuk penggilingan padi sebanyak 50 liter, bukan 200 liter tiap hari, sebagaimana yang dilakukan tersangka NE. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan