Jelang Porprov Jateng, Cabor Di Rembang Gelisah (Khawatir Batal Kirim Tim)
Tim Rugby Kabupaten Rembang saat mengikuti pra Porprov di Sukoharjo dan lolos ke Porprov Jawa Tengah.
Tim Rugby Kabupaten Rembang saat mengikuti pra Porprov di Sukoharjo dan lolos ke Porprov Jawa Tengah.

Rembang – Cabang olahraga di Kabupaten Rembang yang lolos Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah mulai gelisah, karena sampai sekarang belum ada kejelasan pendanaan.

Padahal ajang olahraga tingkat provinsi tersebut akan mulai berlangsung bulan Oktober 2026 di Semarang Raya.

Pelatih cabang olahraga Rugby, Harry Massahir mengatakan pihaknya meloloskan dua tim putra dan putri dalam pagelaran Porprov nanti.

Jangankan pemusatan latihan menuju Porprov, pihaknya saat ini saja masih menanggung beban hutang pembelian peralatan dan biaya ikut Pra Porprov di Sukoharjo, beberapa waktu lalu yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

“Tahun 2025, kami masih ada hutang sekitar Rp 18 Juta untuk membeli peralatan Pra Porprov yang masih kami cicil. Pak Ketua kami support Rp 4 Juta, kemudian dari KONI tahun 2025 dapat hibah Rp 8 Juta. Total pengeluaran ikut Pra Porprov hampir Rp 94 Juta, sejak pemusatan latihan sampai ikut di Sukoharjo selama 5 hari, kita pakai dana pribadi,” terangnya.

Harry berharap segera ada kejelasan soal pendanaan. Jika tidak ada anggaran, bisa saja Rugby batal memberangkatkan tim ikut Porprov.

“Harusnya kita sudah lakukan persiapan. Kami dengan legowo tidak menyiapkan tim, kalau tidak ada dana. Meski temen-temen akan kecewa, karena untuk bisa lolos Porprov, juga tidak mudah prosesnya mas,” imbuhnya.

Kalau memang KONI dan Pemkab Rembang menghendaki pengurus cabang olahraga menggunakan dana swadaya (urunan), untuk ikut Porprov, menurutnya harus ada kesepakatan tertulis.

“Kalau tidak ada kejelasan secara tertulis, tentu akan semakin memberatkan kami. Apalagi Poprov ini kan membawa nama baik daerah. Yang penting ada keterbukaan, sehingga kami juga bisa menjelaskan kepada atlit dan pengurus provinsi,” ujar Harry.

Atas kondisi tersebut, cabang olahraga Rugby mendesak pihak-pihak terkait turun tangan. Mengingat tidak hanya Rugby, tapi banyak cabang olahraga lain yang merasa was-was, jadi ikut Porprov atau tidak.

Total ada 16 cabang olahraga di Kabupaten Rembang yang meloloskan atletnya di event olahraga tertinggi se-Jawa Tengah tersebut.

“Semoga pak Bupati mendengar keluh kesah kami. Kita pernah sekali diundang ke Kantor KONI, bertemu dengan pak Ketua Umum KONI dan pihak Dindikpora. Intinya, menyampaikan bahwa keuangan daerah terbatas,” ungkapnya.

Ketua Umum KONI Kabupaten Rembang, Suswantoro, Jum’at sore (26 Juni 2026) menanggapi pihaknya sudah berkonsultasi dengan Bupati.

Selain itu, ia juga telah mengajukan surat audiensi dengan DPRD Rembang, untuk menyampaikan kebutuhan anggaran Porprov.

“Namun sampai sekarang belum diagendakan kapan kita bisa audiensi. Masih diminta menunggu,” terangnya.

Suswantoro menambahkan dari 16 cabang olahraga yang lolos Porprov, ada beberapa yang sudah mendapatkan anggaran melalui aspirasi/Pokir anggota DPRD.

Tapi banyak yang belum, sehingga perlu perhatian serius.

“Kalau yang sudah dapat anggaran Pokir, saya minta langsung pemusatan latihan. Tapi bagi Cabor yang belum, ya alternatif terakhir latihan secara mandiri,” imbuh Suswantoro.

Ia meminta kepada pengurus Cabor bersabar dulu, karena KONI tetap akan berusaha mengupayakan.

“Semoga Juli, Agustus sudah ada kepastian anggarannya. Kita realistis saja, untuk memenuhi kebutuhan atlit, pelatih dan official, dari sisi akomodasi, penginapan. Nggak muluk-muluk kita, yang penting itu bisa tercukupi,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.