“Warga Miskin Yang Haknya Terampas, Kami Siap Mendampingi…”
Puncak peringatan HUT PWRI ke-60 di Pendopo Museum Kartini Rembang, Sabtu (13/08).
Puncak peringatan HUT PWRI ke-60 di Pendopo Museum Kartini Rembang, Sabtu (13/08).

Rembang – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Rembang membuka Lembaga Bantuan Hukum (LBH), untuk membantu secara gratis warga miskin yang perlu pendampingan.

PWRI sebagai salah satu wadah pensiunan pegawai negeri tersebut, membuka kantor LBH di kompleks rumah dinas Wakil Bupati, Jl. Dr. Sutomo Rembang.

Ketua PWRI Kabupaten Rembang, Edi Kiswanto menyampaikan hal itu, seusai peringatan ulang tahun PWRI ke-60 di Pendopo Museum Kartini, hari Sabtu (13/08).

Edi menyebut pembentukan Lembaga Bantuan Hukum sudah dirintis sejak tahun 2018 lalu. Tidak hanya membantu keluarga PWRI yang berhadapan dengan masalah hukum, tetapi juga diperuntukkan bagi warga kurang mampu, termasuk memperjuangkan hak-hak mereka yang terampas.

“Masyarakat umum yang kurang dari sisi ekonomi menjadi korban ketidakadilan atau hak-haknya terampas oleh orang yang berkemampuan, kami dari LBH Wredatama siap membantu mendampingi. Nggak perlu segan mikir biayanya, “ kata Edi.

Edi menambahkan apabila sebuah LBH bisa melakukan pendampingan hukum 10 perkara setiap tahun yang masuk ke pengadilan, maka LBH tersebut layak diverifikasi oleh Kementerian Hukum Dan HAM. Nantinya kalau dinilai memenuhi syarat, biaya pendampingan akan ditanggung oleh negara.

“Kita sedang menuju ke sana, untuk mendapatkan semacam sertifikasi. Ketika pendampingan minimal 10 perkara itu diverifikasi oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan hasil diterima, maka akan diberikan sertifikasi bahwa LBH ini berhak mendampingi masyarakat yang kurang mampu dan bisa dibiayai oleh negara, “ ungkapnya.

Mantan Camat Sarang ini mencontohkan sejak bulan Maret sampai sekarang, sudah beberapa kali melakukan pendampingan hukum pidana maupun perdata. Tapi memang sebagian besar tidak sampai mengarah ke sidang pengadilan.

Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ mengaku salut dengan upaya PWRI. Meski di masa pensiun, namun mereka masih tetap mencurahkan kepedulian. Ia mengapresiasi program bantuan hukum bagi warga miskin yang dicetuskan PWRI.

“Ada LBH ini saya sangat bangga dan bersyukur. Bahkan sudah beberapa kali mendampingi klien. Teruslah bergerak dan bermanfaat bagi orang lain, ” kata Wakil Bupati.

Panitia Peringatan HUT PWRI ke-60 yang diketuai oleh Budi Hargo Pudjono, menggelar dua kegiatan tahun ini, yakni pentas wayang kulit di halaman rumah dinas Wakil Bupati dan seminar budidaya perikanan berkelanjutan di Pendopo Museum Kartini, dengan menghadirkan narasumber berkompeten. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *