Sumbangan Agustusan Dilaporkan Ke Polda : Bupati Ungkap Perkembangan, Soal Oknum Guru Yang Mengadu
Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Sulang – Penarikan sumbangan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Kecamatan Sulang yang sempat diadukan ke Polda Jawa Tengah oleh seorang oknum guru pegawai negeri sipil (PNS), menjadi perhatian Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Seusai upacara Hari Pramuka di halaman Kantor Bupati Rembang, Minggu pagi (14 Agustus 2022), Abdul Hafidz mengaku sudah memerintahkan pihak Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga, untuk melakukan pembinaan.

Oknum guru tersebut perlu dipanggil, sehingga bisa diketahui apa motifnya. Kalau ingin menggagalkan kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, menurut Bupati patut dicurigai rasa nasionalisme yang bersangkutan sangat rendah.

“Kan saya belum tahu apa motifnya, apakah ingin menggagalkan kegiatan atau karena motif lain. Saya serahkan kepala Dinas Pendidikan, untuk dipanggil, supaya ada klarifikasi yang bisa menjernihkan suasana dan tidak dipolitisasi, “ tandasnya.

Abdul Hafidz menambahkan dari hasil koordinasi dengan Polres Rembang, penarikan sumbangan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI, diperbolehkan. Asalkan, yang menarik dan mengelola dana ditangani oleh pihak ketiga atau semacam EO, diluar dari panitia penyelenggara.

“Sepanjang penggunaannya menggunakan pihak ketiga, di luar panitia penyelenggara. Itu tarikan tingkat kecamatan, ada planning kepala sekolah sekian, guru sekian, pengusaha sekian, Kades/perangkat desa sekian. Semua sudah dirancang, sehingga pendapatannya bisa untuk mencukupi kebutuhan, “ imbuh Hafidz.

Hafidz menilai penggalangan sumbangan semacam itu, jauh dari niat melakukan pungutan liar. Apalagi bertujuan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.

“Jauh dari itu (Pungli-Red) lah mas. Dari pihak kepolisian mengarahkan sebaiknya yang melaksanakan pihak ketiga, bukan panitia. Kira-kira itu saja, “ beber Bupati.

Sementara itu, Camat Sulang, Ika Himawan Affandi menyatakan panitia Agustusan menggalang sumbangan, karena tidak ada alokasi anggaran dari pemerintah. Namun semua itu bersifat suka rela.

Andai saja ada pihak-pihak yang merasa keberatan, baginya tidak masalah.

“Kalau lapornya ke kita, pak saya keberatan, ndak masalah. Kan kita bisa nyari ke yang lain. Tapi namanya masyarakat banyak ya, “ ungkapnya.

Ika Himawan menimpali sebenarnya di proposal, banyak rangkaian kegiatan yang akan digelar, dengan rencana kebutuhan anggaran sekira Rp 100 Juta.

Tapi karena hasil penggalangan sumbangan masih kurang, akhirnya menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Jadi yang kita laksanakan misalnya gerak jalan sekolah, gerak jalan untuk umum, lomba kasti, kethoprak humor. Yang lain-lain, banyak kita batalkan. Kita lakukan secukupnya anggaran saja, “ kata Camat.

Soal laporan ke Polda Jawa Tengah, pihak Polda tidak menangani sendiri. Melainkan dilimpahkan ke Polres Rembang. Saat klarifikasi di Polres, pihak pengadu kebetulan tidak datang.

“Saat ditelefon, juga tidak diangkat. Jadi saya sendiri belum bertemu langsung sama pengadu, “ imbuhnya.

Camat Sulang memastikan anggaran Agustusan yang terkumpul akan disampaikan secara transparan.

“Dapatnya berapa, dipakai untuk apa, semua ada rinciannya dan nanti setelah kegiatan selesai, pasti akan dilaporkan, “ tegas Ika.

Hasil penelusuran di Kecamatan Sulang, sebenarnya berbagai kalangan cukup kompak menyokong biaya kegiatan Agustusan tahun ini. Tak hanya kelas “receh”, tapi banyak pula yang menyumbang Rp 100 Ribu, Rp 200 Ribu, bahkan sampai Rp 500 Ribu per orang.

Sebelumnya, masalah ini sempat mencuat, ketika Bupati Rembang, Abdul Hafidz merasa prihatin dengan adanya oknum pegawai negeri melapor ke Polda Jawa Tengah, lantaran penarikan sumbangan untuk HUT Kemerdekaan RI.

“Duwit limang ewu ae dilaporno ning Polda. Mungkin kalau punya kenalan di Mabes Polri, lapore ning Mabes. Wis, bangeten-bangeten. Pegawai ngono kok ra dideleh ning pojok pol kono, ya mbok menysukuri nikmat yang sudah diberikan, “ tuturnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *