
Rembang – Bolehkah penderita darah tinggi (hipertensi) makan sate daging kambing/sapi ?
Pertanyaan tersebut muncul dari seorang penelfon, saat talk show Bintang Sehat (Bincang-Bincang tentang Kesehatan) di Studio R2B, Kamis malam (19/05) yang mengupas masalah hipertensi, dengan menghadirkan narasumber dokter spesialis penyakit dalam RSUD dr. Soetrasno Rembang, dr. Ivone Wulansari Sp.PD.
Dokter Ivone mengakui masalah makanan kerap menjadi bahan pertanyaan masyarakat maupun pasien pada umumnya.
Kalau suka dengan kuliner sate, tidak masalah bagi penderita hipertensi mengkonsumsi. Asalkan, tetap memperhitungkan faktor usia dan stadium penyakitnya. Selain itu, menghindari sate gajih (lemak daging), karena kandungan kolesterolnya tinggi.
“Kalau memang suka ya makan saja, nggak apa-apa. Mengenai batasannya, nggak boleh berlebihan. Kalau hipertensi sudah parah, cukup 1 tusuk saja. Hipertensi masih ringan, 3 sampai 5 tusuk sate, masih ndak apa-apa. Sate gajih dihindari ya, karena kandungan kolesterol. Salah satu faktor pencetus darah tinggi, adalah kadar kolesterol dalam tubuh, “ paparnya.
Dokter Ivone membeberkan faktor resiko terkena hipertensi, diantaranya kegemukan (obesitas), pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, usia dan keturunan. Ketika hipertensi tak segera ditanggulangi, rawan mengarah pada penyakit stroke, gagal jantung, hingga penyakit ginjal kronik.
Ia menimpali ada beragam solusi yang bisa ditempuh, untuk mencegah terkena darah tinggi. Misalnya, membatasi makanan cepat saji, hindari merokok, rutin olahraga, istirahat yang teratur, serta mengurangi beban berat pikiran.
“Yang sebelumnya nggak pernah olahraga, ayo olahraga secara rutin. Bisa jalan kaki setengah jam setiap hari atau bersepeda. Untuk anak-anak muda, jangan terlalu sering begadang sampai larut malam, “ imbuh dr. Ivone.
Menurutnya, masyarakat bisa melakukan pengukuran tensi darah secara mandiri di rumah, dengan peralatan digital yang saat ini banyak ditemukan di pasaran.
Tensi darah dikatakan normal, apabila mencapai 120/80 mmHg. Kemudian hipertensi derajat I (140-159/90-99), hipertensi derajat II (160-179/100-109) dan hipertensi derajat III di atas 180/110 mmHg. (Musyafa Musa).

