Bupati Rembang Kunjungi Rumah Duka, Anak Korban Sampaikan Harapan
Bupati berbincang dengan anak-anak korban Alm. Anom Subekti, Senin (15/02). (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyerahkan santunan kepada keluarga korban.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz berbincang dengan anak-anak korban Alm. Anom Subekti, Senin (15/02). (Foto atas) Bupati menyerahkan santunan kepada keluarga korban.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Senin siang (15 Februari 2021) mendatangi rumah duka keluarga korban pembunuhan 1 keluarga di Desa Turusgede, Rembang.

Abdul Hafidz merasa tidak tega melihat kondisi keluarga korban yang langsung kehilangan 4 anggota keluarga, hanya dalam waktu semalam.

Hal itu membuat dirinya mencari waktu yang tepat dan baru datang sekarang, guna menyampaikan rasa duka mendalam, sekaligus menyerahkan tali asih dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Meski demikian ia rutin memantau perkembangan kejadian tersebut.

“Iya, saya ikuti terus. Saya sama pak Kapolres terus memantau, karena sudah menjadi berita nasional, berita nggak baik, maka harus kita tebus, supaya tersangka cepat tertangkap. Lhah ini sudah ditangkap, “ ungkapnya.

Saat bertemu dengan anak-anak korban almarhum Anom Subekti, Bupati memberikan dukungan semangat, agar tabah menghadapi cobaan. Menurutnya, kalau keluarga mampu melewati masa-masa sulit ini, Hafidz meyakini kedepan kondisinya akan lebih baik.

“Supaya kesedihan mas Danang, mas Wisnu sekeluarga nggak berlanjutan dan berlarut dalam kesedihan, kita beri support moral. Saya atas nama pemerintah merasa lega, tersangka bisa diamankan. Muda-mudahan ini bagian sejarah hidup, semoga kedepan lebih baik, “ tandasnya.

Abdul Hafidz mengenal Anom Subekti sebagai sosok yang giat memajukan dunia seni budaya Jawa, terutama pentas wayang kulit dan seni karawitan.

“Nggak punya cacat apa-apa. Saat di Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), pak Bekti memberikan andil untuk memberdayakan para seniman dalang. Setiap bulan sekali pentas, tapi belum bisa lancar. Baru beberapa kali tampil, berhenti, karena belum ada cukup biaya, “ kenang Hafidz.

Sementara itu, Ika Mandala Sari, putri Almarhum Ki Anom Subekti mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bupati Rembang, sekaligus memohon dukungan agar kasus pembunuhan sadis ini bisa terungkap seterang-terangnya.

“Terima kasih pak Bupati beserta jajarannya, atas supportnya untuk keluarga kami. Semoga bisa selesai seadil-adilnya dan cepat tuntas, “ tutur Ika.

Sebelumnya, kasus pembunuhan dialami seniman kondang Rembang, Ki Anom Subekti sekeluarga. Anom meninggal dunia bersama isteri, anak dan cucunya. Keempat jenazah korban ditemukan di dalam rumahnya, yang juga Padepokan Seni Ongko Joyo Desa Turusgede.

Seorang tersangka pelaku diamankan polisi, yakni Sumani (44 tahun), teman korban sesama seniman, warga Dusun Pandak, Desa Pragu, Kecamatan Sulang. Jarak TKP pembunuhan dengan rumah tersangka, hanya sekira 3 Kilo Meter.

Tersangka hingga Senin siang (15/02) masih menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soetrasno rembang, karena mencoba bunuh diri dengan cara minum pestisida. Kondisi kesehatan Sumani sudah semakin membaik, lantaran keluar dari ruang ICU dan dipindah ke ruang perawatan biasa di Paviliun Kartini.

Soal dugaan motif, tersangka mengaku ingin menguasai harta benda korban, dikala mereka terlelap tidur. Karena sempat ketahuan, kemudian kalap menghabisi nyawa korban.

Polisi sendiri menduga ada unsur pembunuhan berencana, dibalik peristiwa itu. Nantinya motif akan terkuak, apabila tersangka sudah diperiksa penyidik Reskrim. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan