Berbeda Dibandingkan Tahun Lalu, Yukk Kita Lihat Wisuda STIE YPPI Di Tengah Pandemi
Sebelum wisuda, mahasiswa STIE YPPI Rembang diukur suhu tubuhnya, Selasa (15/09).
Sebelum wisuda, mahasiswa STIE YPPI Rembang diukur suhu tubuhnya, Selasa (15/09).

Rembang – Wisuda mahasiswa STIE YPPI Rembang, hari Selasa (15 September 2020) terasa beda, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu imbas dari pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Ketua Senat STIE YPPI Rembang, Mudzakir mengatakan wisuda yang biasanya digelar di dalam ruangan, kali ini berlangsung di halaman terbuka kampus STIE YPPI. Wisuda dibagi 4 sesi, supaya tidak memicu kerumunan. Keluar masuk wisudawan-wisudawati juga diatur ketat.

“Semua yang terlibat harus pakai masker dan jaga jarak. Saudara bisa lihat, dari depan sudah disemprot disinfektan, “ tuturnya.

Meski tidak dalam kondisi sewajarnya, namun ia mengajak untuk ikhlas menghadapi situasi seperti ini. Namun pihak kampus tetap berupaya agar selama wisuda, menghadirkan kenangan yang sulit terlupakan. Ia berjanji ijazah akan diserahkan kepada lulusan 1 Minggu lagi, atau lebih cepat dari kampus lain pada umumnya.

“Kalau ditanya puas tidak puas, tentu dalam kondisi ini kita harus ikhlas. Nggak mungkin kita memaksakan seperti kondisi normal. Tapi kami menghadirkan kenangan cukup bagus. Misal ijazah, perguruan tinggi lain karena pandemi butuh waktu 1 bulan. Kita usahakan 1 Minggu sudah diterima, “ papar Mudzakir.

Saat ditanya selama pandemi Covid-19, apakah mempengaruhi perkuliahan ? Mudzakir memastikan tetap menjaga kualitas, meski melalui online (daring).

“Badan Penjamin Mutu selalu kontrol. Jangan sampai dosen seenaknya ngajar daring. Demikian juga mahasiswa, absen terus lungo. Tetep dipantau, “ tandasnya.

Ia mengibaratkan ketika mahasiswa masih kuliah, berada di kolam renang yang airnya tenang. Begitu selesai wisuda, seperti berada di lautan, harus menghadapi ombak dan batu karang. Mereka dituntut mampu bersaing, karena tantangannya lebih berat.

“Konteksnya bagaimana jangan selalu menggantungkan peluang kerja, tetapi mampu menciptakan kesempatan kerja, “ imbuh Mudzakir.

Seorang wisudawati STIE YPPI Rembang, Adhek Ayu Firstya Riyanto mengakui orang tua mahasiswa tidak boleh mendampingi. Ia datang sendiri ke kampus. Tapi baginya sudah lumayan, apabila dibandingkan wisuda secara online.

“Orang tua nggak boleh mendampingi wisuda, kalau dulu-dulu kan boleh. Saya kira lumayan, jadi ya harus dimaklumi, daripada wisuda online, “ ungkap remaja asal Desa Sumberejo yang sering disapa Fisa ini.

Dalam wisuda kali ini, STIE YPPI meluluskan 181 orang mahasiswa. Masing-masing 122 program studi manajemen dan 59 dari program studi akutansi.

Wisudawan terbaik program studi manajemen diraih Nurus Sa’adah warga Dusun Mbesi Desa Kedungrejo, Rembang dengan IPK 3,86, sedangkan program studi akutansi diraih Siti Mutmainah, warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Kragan, dengan IPK 3,88. (Didik Diantoro/ Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *