
Rembang – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang memberikan perhatian khusus kepada 141 orang mualaf.
Salah satunya melalui program pemberdayaan usaha, karena mualaf termasuk kelompok yang berhak menerima zakat (mustahiq).
Ketua Baznas Kabupaten Rembang, Moh. Ali Anshory mengatakan program pemberdayaan kepada mualaf sudah berjalan. Tahun 2025 kemarin ada sebanyak 17 penerima dan dalam waktu dekat ini menyusul 7 orang penerima.
“Sentuhan kepada mustahiq mualaf, memang menjadi bagian dari program Baznas. Awalnya kegiatan ini akan kami gelar pada bulan Ramadhan Kemarin. Namun kami sempat kesulitan mengumpulkan data mualaf, sehingga baru bisa terlaksana sekarang,” ujarnya.
Dalam kegiatan silaturahmi dan pembinaan mualaf di Kantor Baznas Rembang, hari Kamis (16 April 2026), baru sekira 70 an mualaf yang hadir. Sisanya akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
Untuk menguatkan Aqidah mereka, KH. Amir Mahmud menyampaikan tausiyah kepada para mualaf.
Ada kejadian menarik seusai ceramah. Sang ulama dari Pamotan tersebut membagikan uang kepada seluruh mualaf. Kala itu terpantau per orang masing-masing diberi Rp 100 Ribu.
KH. Amir Mahmud menyebut cara itu hanya sebagai panggilan hati saja, untuk menyambung tali silaturahmi.
“Yang bikin mereka itu, tahu bahwa Islam itu baik. Mualaf di Kabupaten Rembang masuk Islam dengan suka rela, alangkah indahnya. Mereka harus diberi semangat, agar imannya semakin kuat,” ungkapnya.
Sementara itu, Maruli Dwi Ronisa, Kabag Kesra Sekretariat Daerah (Setda) yang mewakili Bupati Rembang mengapresiasi langkah yang dilakukan Baznas Rembang.
“Hal ini supaya Mualaf tidak merasa sendiri. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus berkelanjutan,” tandasnya. (Musyafa Musa).

