Ekonomi Terpukul Akibat Corona, Polisi Di Rembang Turun Bagi Sembako
Polwan Polres Rembang mengenakan masker kepada warga di Desa Tasikagung. (Foto atas) Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto mendorong kursi roda penyandang disabilitas di Alun-Alun, usai menyerahkan paket Sembako, Sabtu (04/04).
Polwan Polres Rembang mengenakan masker kepada warga di Desa Tasikagung. (Foto atas) Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto mendorong kursi roda penyandang disabilitas di Alun-Alun, usai menyerahkan paket Sembako, Sabtu (04/04).

Rembang – Kondisi ekonomi masyarakat terpukul, akibat merebaknya virus corona. Hal itu yang membuat aparat Polres Rembang bersama sejumlah pihak, Sabtu siang (04 April 2020) turun membagikan paket Sembako, untuk meringankan beban masyarakat.

Semenjak wabah corona melanda, salah satu dampak yang paling dirasakan adalah melemahnya perekonomian, terutama di kalangan warga tingkat bawah.

Tukang becak misalnya. Sumijan, tukang becak warga Desa Mondoteko, Rembang mengatakan sebelum ada corona, dalam sehari rata-rata mampu membawa pulang penghasilan Rp 30 – 50 ribu. Tetapi sekarang untuk mendapatkan uang Rp 20 ribu saja kesulitan. Bahkan kerap tidak mengangkut penumpang sama sekali, lantaran imbas himbauan tinggal di rumah dan jaga jarak.

“Penumpang sepi sekali mas. Makanya ketika mendapatkan paket Sembako dari pak polisi, ya matur nuwun. Hanya bisa mendo’akan, semoga Allah memberikan ganjaran (pahala-Red), “ ujarnya.

Kondisi serupa juga dirasakan para pedagang kaki lima di sekitar Alun-Alun Rembang. Omset jualan mereka menurun drastis, akibat sepinya pembeli. Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari terkadang harus berhutang ke tetangga.

Salah satu penjual es, Manto Wiyono menjelaskan sebelum corona melanda, cukup mudah memperoleh pendapatan Rp 100 ribu. Tetapi sekarang dalam sehari hanya meraup sekira Rp 30 ribu.

“Bedanya antara sebelum dan sesudah corona sangat jauh sekali. Penghasilan yang penting bisa untuk menyambung hidup. Kalau nggak kerja, malah tambah susah, “ kata warga Desa Pandean, Rembang ini.

Melihat kondisi tersebut, aparat Polres Rembang bersama anggota TNI dan Milenial Penjaga Rembang (MPR) turun membagikan seratusan paket Sembako kepada masyarakat di sekitar rumah dinas Kapolres, Alun-Alun, sekitar TPI Tasikagung dan perempatan Penthungan.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto menjelaskan sasaran bhakti sosial meliputi tukang becak, pedagang kaki lima, penyandang disabilitas dan warga tidak mampu di perkampungan nelayan. Kapolres berharap upaya semacam ini dapat meringankan beban warga, sehingga mereka tidak semakin terjepit.

“Di sini kami ingin berbagi, dengan adanya virus corona saya melihat masyarakat menengah ke bawah, muncul banyak keluhan. Kami bergerak, muda-mudahan bermanfaat, “ bebernya.

Selain paket Sembako, polisi juga membagikan masker dan hand sanitizer, agar masyarakat bersama-sama peduli ikut mencegah penyebaran virus corona.

“Tadi saya lihat PKL, tukang becak banyak yang nggak pakai masker maupun hand sanitizer. Jangankan beli itu, karena fokusnya memang mencukupi kebutuhan keluarga, “ kata Kapolres.

Di Kabupaten Rembang saat ini ada 1 pasien positif corona, 13 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 345 orang dalam pemantauan (ODP). Sejak Pemkab Rembang menetapkan status kejadian luar biasa (KLB), warga dihimbau tetap waspada menghadapi corona, tapi jangan panik berlebihan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *