Taaruf Bakal Calon Wakil Bupati PPP, Diwarnai Saling Sindir Sesama Kader
Bayu Andriyanto berbincang dengan Abdul Hafidz, di sela-sela kegiatan. (Foto atas) Kandidat bakal calon Wakil Bupati PPP.
Bayu Andriyanto berbincang dengan Abdul Hafidz, di sela-sela kegiatan. (Foto atas) Kandidat bakal calon Wakil Bupati PPP.

Rembang – 7 orang bakal calon Wakil Bupati yang mendaftar ke PPP Kabupaten Rembang menjalani proses ta’aruf atau pengenalan, Sabtu (25 Januari 2020). Pengenalan yang dikemas dalam kegiatan Hari Lahir ke-47 PPP di Hotel Pollos ini, sempat diwarnai saling sindir bakal calon Wakil Bupati. Paling seru, ketika melibatkan sesama kader PPP.

Bermula bakal calon Wakil Bupati yang juga anggota DPRD Rembang dari PPP, Supadi mendapatkan giliran tampil. Warga Desa Banoan Kecamatan Sarang tersebut blak-blakan memiliki 8 anak dan 2 orang isteri. Baginya memiliki isteri lebih dari 1 jangan disembunyikan, tapi ia berharap kepada tamu undangan yang hadir, untuk tidak menirunya.

“Anak saya 8, isteri perlu disampaikan, isteri saya baru 2. Menurut PPP asas Islam, punya isteri jangan disembunyikan. Tapi jangan menjalankan seperti saya, temen-temen jangan seperti saya. Biar saya saja, “ ujarnya.

Supadi menegaskan siap segalanya untuk mendampingi bakal calon Bupati dari PPP, Abdul Hafidz. Mulai dari kesiapan mental hingga finansial. Ia kemudian menyarankan kepada Zaimul Umam (Gus Umam), seorang kader PPP yang juga ikut penjaringan bakal calon Wabup, supaya jangan minder.

“Jangan minder Gus Umam. Kalau mau nyalon harus siap segala-galanya. Terakhir saya berdo’a, semoga nanti bapak Abdul Hafidz mau memilih orang lain, keliru. Harapan saya pak Abdul Hafidz memilih saya gitu lho, “ imbuh Supadi disambut tawa seisi ruangan.

Setelah mendapatkan giliran, Zaimul Umam, adik Gus Baha dari Desa Narukan Kecamatan Kragan langsung tampil menyengat. Ia balik menyindir Supadi, karena salah menyebutkan nama Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Jawa Tengah.

“Saya sama dengan kaji Padi (Supadi-Red), bedanya kaji Padi menyebutkan Ketua DPW keliru, yang jelas nggak akan mendapatkan rekomendasi. Mosok podo kader PPP ne, dadi DPRD rong periode, nyebut Ketua DPW keliru. Kalau nanti rekom satu diantara dua kader, saya pastikan jatuh ke saya, “ kata Gus Umam.

Lebih lanjut Umam juga sempat menyinggung tentang Poligami. Ia memastikan tidak akan terjadi pada dirinya.

“Punya isteri dua, ibu-ibu akan tersinggung, nanti akan ada Perda Poligami. Kalau saya pastikan nggak akan terjadi, isteri saya lebih daripada cantik, “ ungkapnya bercanda.

Selain dua kader PPP tersebut, 5 orang kandidat calon Wakil Bupati dari luar partai ikut meramaikan suasana. Eko Sugeng Waluyo, Kepala Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan mengajak masyarakat untuk mempunyai rasa memiliki terhadap Kabupaten Rembang.

“Kalau merasa Rembang milik kita bersama, maka sudah barang tentu punya konsekuensi membawa Rembang kedepan lebih maju, lebih baik, lebih aman dan lebih-lebih yang lain, “ tandasnya.

Kandidat lain, Harno, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang mengaku maju menjadi bakal calon Wabup, karena sadar diri dengan jumlah kursi yang diraih oleh partainya. Jika terpilih, ia memastikan akan menjadi pendamping lebih baik.

“Nuwun sewu pak Wabup (Bayu Andriyanto-Red), berjuang bareng-bareng, mboh sopo sing bejo. Tapi mau mbengi alhamdulilah ngimpi sing kepenak. Alhamdulilah teko dhisiki dewe, semoga ini tanda-tanda alam, “ beber warga Rumbutmalang, Kabongan Kidul ini.

Sedangkan Arifin, pengusaha mebelair dari Desa Krikilan Kecamatan Sumber lebih banyak menyoroti sektor ekonomi. Kalau ia ditunjuk menjadi calon Wakil Bupati PPP, Arifin ingin membantu optimalisasi potensi kelautan dan pertanian yang dimiliki Kabupaten Rembang, sebagai ujung tombak perekonomian.

“Pertanian misalnya nanam pisang, sekarang batangnya bisa dieskpor, soalnya di Amerika bisa jadi sayur. Saya intinya mengikuti visi misi pak Hafidz, tapi mungkin ada penambahan sedikit tentang ekonomi. Nek saya cah cilik manut mawon, mboh kepilih mboh ora, ora roh aku, “ ungkapnya sambil tertawa lebar.

Wakil Bupati Bayu Andriyanto yang ikut mendaftar sebagai calon Wabup PPP menyatakan masyarakat di luar santer bertanya, apakah ia dan Bupati Abdul Hafidz, sekaligus Sekretaris DPC PPP maju bersama lagi atau berpisah.

“Jan-jane pak Hafidz bareng meneh opo maju dewe-dewe, pak Wakil ketoke pisah iki, soale pak Hafidz wis gak gelem. Saya kembalikan kalau semua diniati yang baik, nanti pangeran sing jawab, “ urai Bayu.

Sementara itu, kandidat terakhir, Fanty Kurnia Margaretha mengaku senang bisa hadir dalam forum ta’aruf yang diadakan DPC PPP.

“Saya baru dari Sidney, kemudian terbang ke Jakarta dan tadi malam saya dari Surabaya langsung ke Rembang. Alhamdulilah saya bisa hadir di sini, “ tuturnya.

Fanty menambahkan dengan pengalaman usahanya di sejumlah negara, ia ingin menjadikan Kabupaten Rembang Go Internasional.

“Saya di Rembang sudah membina UMKM, membantu mereka. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil. Saya ingin program saya terus berjalan, makanya saya bergabung dengan partai besar PPP, “ imbuh Fanty.

DPC PPP Kabupaten Rembang, sebelumnya sudah mengajukan nama bakal calon Bupati incumbent, Abdul Hafidz, sehingga tidak ada penjaringan bakal calon Bupati. PPP hanya melakukan “audisi” bakal calon Wakil Bupati, untuk diteruskan ke Dewan Pengurus Pusat. Restu pusat nantinya dalam bentuk rekomendasi pasangan yang dicalonkan dalam Pilkada serentak 23 September 2020. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *