Kebanjiran Order, Dampak Kemarau Panjang
Munawar bersama timnya melakukan pengeboran sumur di rumah warga Kelurahan Leteh, Rembang.
Munawar bersama timnya melakukan pengeboran sumur di rumah warga Kelurahan Leteh, Rembang.

Rembang – Panjangnya musim kemarau tahun ini, membuat tukang sumur kebanjiran order untuk mengebor sumur.

Munawar salah satunya. Pria warga Desa Grawan, Kecamatan Sumber ini mengaku sejak bulan puasa sampai sekarang tidak pernah berhenti, berpindah – pindah dari satu titik ke titik yang lain. Bahkan dalam sehari, rata – rata mengebor sumur di 2 lokasi.

Munawar menganggap lamanya musim kemarau sampai setengah tahun lebih, membuat banyak masyarakat harus mencari sumber air alternatif. Apalagi pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lancar dan harus digilir.

“Pokoknya full dari bulan puasa sampai sekarang. Saya istirahat hanya 3 sampai 4 harinan saja. Makanya kami batasi sehari 2 lokasi, menyesuaikan tenaga. Kebetulan order paling banyak di daerah perkotaan ini, “ jelasnya.

Munawar menambahkan biasanya antar pengebor memiliki cara beragam, guna menentukan titik tanah yang dituju terdapat sumber airnya atau tidak. Ada yang memanfaatkan peralatan antena, tapi belakangan banyak pengebor memanfaatkan fasilitas Google Map. Google Map akan mencarikan lokasi, berdasarkan tingkat kelembaban tanah. Semakin lembab, maka diperkirakan kian tinggi debet sumber airnya.

Hanya saja jika melihat berdasarkan kasat mata, sumber air sering dikaitkan dengan retakan tanah dan rimbunnya pepohonan di sekitar lokasi.

“Kalau masalah ini kan tergantung insting pengebornya, beda – beda tekhnik. Cuman akhir – akhir ini yang sering dipakai ya google map. Khusus cara ini paling mendeteksi pada kedalaman 6 – 7 Meter saja. Insyaalllah 70 % akurat, “ terang Munawar.

Sementara itu, Totok, seorang warga Tawangsari, Kelurahan Leteh, Rembang mengaku harus membuat sumur, karena air PDAM sering tersendat. Biaya pembuatan sumur antara Rp 3 – 4 Juta, menurutnya tidak masalah. Yang penting bisa mendapatkan air, untuk menunjang aktivitas sehari – hari.

“Ngebornya agak jauh dari rumah. Alhamdulilah keluar lumayan sumber airnya. Kebetulan sudah 2 hari ini turun hujan. Tapi kita kan nggak tahu, apa ini beneran sudah musim penghujan atau habis ini panas terik lagi, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *