
Rembang – Siswi yang satu ini tergolong langka, karena lulusan tingkatan SMP/MTS di Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA), namun kini melanjutkan sekolah di SMK Al-Mubaarok Rembang.
Yah..namanya Maryam Musa. Ayahnya asli dari salah satu negara di Timur Tengah, sedangkan sang ibu ber-KTP Desa Kaliombo Kecamatan Sulang.
Namun mereka kini menetap di Desa Landoh Kecamatan Sulang.
Salah satu guru SMK Al-Mubaarok Rembang, Nurul Isnaini mengaku sering mengajarkan bahasa Indonesia kepada Maryam, karena perbendaharaan kosakatanya masih tergolong minim dan kerap terbolak balik ketika mengobrol.
“Saya kebetulan guru Bahasa Indonesia, sehingga memberikan bimbingan. Maryam ini kan dari sananya International School, sehingga terbiasa bahasa Inggris dan Arab,” ungkapnya.
Nurul menambahkan harus pelan-pelan mengajarkan bahasa Indonesia. Meski demikian ia optimis Maryam Musa akan mampu beradaptasi, seiring berjalannya waktu.
“Mengajarkan sedikit demi sedikit, memahami bahasa, biar lancar. Biasanya mengartikan dari bahasa Inggris dulu ke bahasa Indonesia, kata per kata, kemudian merangkai kalimatnya agar nggak kebolak balik. Kesulitannya di situ,” imbuh Isna.
Nurul sempat mencontohkan ketika ia bertanya kepada Maryam tentang aktivitas setelah pulang sekolah.
Maryam menjawab belajar, kemudian membantu orang tua.
“Nama saya Maryam, dari Abu Dhabi, tinggal di Landoh. Kegiatan di rumah setelah sekolah, paham maksud saya nggak ? Belajar, (bantu orang tua), menyapu, ngepel udah bisa ?, dijawab bisa,” tanya Nurul saat mengobrol dengan Maryam.
Sementara itu, Ketua Yayasan Zarkasyi Al-Mubaarok Rembang, Nuril Haq Saifullah mengungkapkan ketika pengawas sekolah datang monitoring, sempat tidak percaya sekolahnya memiliki murid kelas X dari luar negeri.
“Setelah kami tunjukkan riwayat pendidikannya, kemudian cek ke kelas, baru percaya,” ujarnya.
Nuril menyampaikan terima kasih atas kepercayaan orang tua Maryam, mau menyekolahkan putrinya di SMK Al-Mubaarok.
“Waktu itu katanya sudah survei ke beberapa sekolah, akhirnya pilihan jatuh ke sekolah kami. Mungkin dari jarak dengan rumah, tidak terlalu jauh. Situasi sekolah dan fasilitas, dianggap cocok,” pungkas Nuril. (Musyafa Musa).
