Cara Unik Belajar Ala Siswa SD/SMP Islam Al-Furqon Rembang, Melihat Langsung Pembuatan Kecap Buah Bogor
Siswa SD dan SMP Islam Al-Furqon Rembang berkunjung ke pabrik kecap Buah Bogor di Desa Pedak Kecamatan Sulang, Kamis (10 September 2026).
Siswa SD dan SMP Islam Al-Furqon Rembang berkunjung ke pabrik kecap Buah Bogor di Desa Pedak Kecamatan Sulang, Kamis (10 September 2026).

Sulang – Siswa SD dan SMP Islam Al-Furqon Rembang, yang berjumlah lebih dari 400 anak, hari Kamis 10 September 2026, berkunjung ke pabrik kecap Buah Bogor (dulu Kecap Siwalan_Red) di Desa Pedak Kecamatan Sulang.

Mereka diangkut dengan menggunakan 24 bus mini. Lantaran area pabrik terbatas, rombongan siswa harus dibagi dalam beberapa tahap.

Siswa melihat langsung ruang penyimpanan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga kecap siap dijual ke konsumen.

Mirana, salah satu siswi mengaku senang bisa mengetahui cara pembuatan kecap.

“Oh ternyata begitu ya, soalnya kalau saya di rumah senang makan dikasih kecap,” ungkapnya.

Siswa lain, Faeyza Abid menuturkan baru pertama ini mengetahui cara membuat kecap.

“Mulai dari mencampurkan gula merah dan bahan-bahan, lalu dibungkus jadi kecap. Seneng bisa ke sini,” ujar Abid.

Kepala Sekolah SD Islam Al-Furqon Rembang, Didik Purwanto menjelaskan belajar di luar kelas semacam ini merupakan sarana yang efektif, untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak.

“Jadi nggak sekadar teori, mereka bisa tahu langsung kondisi nyatanya bagaimana,” kata Didik.

Didik menambahkan kunjungan ke pabrik kecap ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan tengah semester 1. Setelah selesai dari pabrik kecap, dilanjutkan minum legen dan makan buah siwalan.

Nantinya siswa diminta mempresentasikan kegiatan tersebut, untuk dinilai.

“Tema yang kita ambil mengenal, merasakan dan menjaga warisan alam Indonesia. Nah kecap Buah Bogor ini saya kira menjadi pilihan tepat, untuk anak-anak belajar. Potensi lokal di Kabupaten Rembang yang patut diketahui. Sebelumnya, ada pula kegiatan karya seni, jalan sehat, minum susu, kunjungan ke pabrik kecap dan hari Jum’at besok ditutup dengan minum jamu. Semua itu nanti dipresentasikan, jadi penilaian raport di semester 1,” terangnya.

Di pabrik kecap buah Bogor sendiri, terdapat sekira 30 an orang pekerja. Mereka berasal dari penduduk sekitar.

Kecap yang dirintis sekira tahun 1985 tersebut, pemasarannya sudah merambah ke berbagai daerah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.