
Sumber – Seleksi perangkat desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, akhirnya ditunda dan akan diulangi lagi tahapannya dari awal.
Hal itu diputuskan dalam audiensi terbuka antara Pemerintah Desa Sumber, dengan masyarakat di balai desa Sumber, hari Senin (20 April 2026). Kegiatan tersebut juga diwarnai aksi demo warga di pinggir jalan, depan balai desa.
Suci Wahono, tokoh masyarakat Desa Sumber menduga seleksi perangkat desa, ada pengkondisian-pengkondisian dan terkesan dipaksakan untuk terus berjalan.
Ia mendesak ditunda saja dan dimulai dari proses awal, supaya melegakan masyarakat.
“Demi keamanan, demi menghilangkan kecurigaan, demi kebaikan bersama, kami dari masyarakat Sumber memohon dengan sangat pak Kepala Desa, untuk tahapan seleksi ini ditunda dulu,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Taat Udjianto, tokoh warga Desa Sumber sekaligus mantan Kapolsek. Ia meminta semua tahapan dilakukan secara terbuka, sehingga bisa menangkal kecurigaan masyarakat.
“Tolong libatkan tokoh masyarakat, lembaga, perangkat desa, untuk menangkal asumsi masyarakat yang negatif. Hanya dengan jalan itu, masyarakat bisa merasakan kebijaksanaannya panjenengan,” kata Taat.
Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Dan Kesra, yang menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinpermades Kabupaten Rembang, Teguh Gunawarman menyarankan untuk menunda seleksi perangkat desa.
“Saya cermati pernyataan dari tokoh masyarakat, poinnya itu ditunda. Kalau tidak ditunda, saya khawatir akan merugikan kita semua, terutama masyarakat Desa Sumber. Makanya saya harus mengambil sikap, dilakukan kompromi-kompromi ulang,” terang Teguh didampingi sang isteri sekaligus Camat Sumber, Wijayanti.
Yang Mundur Boleh Daftar Lagi
Kepala Desa Sumber, Mujayin akhirnya secara legowo menerima saran, bahwa seleksi perangkat desa ditunda.
Nantinya proses pembentukan panitia, tahapan pendaftaran, tes hingga selesai, akan dimulai dari awal. Untuk lowongan tetap sama, yakni Kaur Perencanaan dan Kasi Kesra.
“Seleksi tetap dilanjutkan, tapi tahapan dimulai dari awal. Untuk pembentukan panitia, kita ulang lagi, segera kami jadwalkan. Lowongan tetap sama, dua itu,” bebernya.
Pada pendaftaran sebelumnya, ada 7 orang pendaftar, rinciannya 3 dari dalam desa dan 4 orang dari luar desa. Namun 1 orang dari luar desa mengundurkan diri, sehingga tinggal 6 orang.
Mujayin mempersilahkan siapa pun boleh mendaftar, termasuk yang sempat mundur.
“Boleh, silahkan saja, ndak apa-apa, itu hak mereka,” imbuh Kades.
Tapi bagaimana jika nantinya yang mengantongi nilai tertinggi, pendaftar perangkat desa dari luar Desa Sumber ? Kades menyebut kalau masyarakat tidak menyetujui, pihaknya akan konsultasi dengan Bupati. Bisa saja Bupati tidak memberikan rekomendasi.
“Saya akan menjembatani, silaturahmi dengan pak Bupati. Nek sing dadi, nggak warga Sumber, tolong ojo direkom. Itu haknya pak Bupati, sesuai aturan hukumnya. Yang penting kita tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang,” tandasnya.
Setelah seleksi perangkat desa ditunda, masyarakat yang berdemo dengan membawa replika keranda dan tulisan bernada protes, akhirnya mau membubarkan diri. Situasi di Balai Desa Sumber, relatif cukup terkendali. (Musyafa Musa).

