Sanggar Baraloka Terbentuk, Dua Pesan Dari Camat Sumber Untuk Kelangsungan Jangka Panjang
Seni barongan dan pengukuhan pengurus sanggar, di halaman Sanggar Baraloka, kediaman Danramil Sumber, Kapten Inf. Joko Utomo, Kamis malam (02/04).
Seni barongan dan pengukuhan pengurus sanggar, di halaman Sanggar Baraloka, kediaman Danramil Sumber, Kapten Inf. Joko Utomo, Kamis malam (02/04).

Sumber – Sanggar Baraloka Desa Sumber, Kecamatan Sumber, diresmikan, Kamis malam (02 April 2026).

Ketua Sanggar Baraloka, Khoirul Anam mengatakan Sanggar Baraloka yang berada di sebelah utara Puskesmas Sumber ini menjadi wadah bagi para seniman untuk berkreasi, melestarikan warisan seni budaya leluhur, terutama seni barongan.

“Biar para seniman lebih semangat, di mana kita bangun pondasi, melalui Sanggar Baraloka. Di sini kita fokus dengan seni jaranan, barongan, termasuk barongan yang disakralkan di Desa Sumber ini,” tuturnya.

Camat Sumber, Wijayanti mengapresiasi terbentuknya Sanggar Baraloka yang dilanjutkan pengukuhan pengurus. Ia menyampaikan dua pesan, pertama keberadaan Sanggar Baraloka dilengkapi dengan surat Keputusan (SK) Kepala Desa, untuk legalitasnya.

“Setelah dikukuhkan, pembinaan-pembinaan akan lebih banyak. Untuk mempermudah, dibutuhkan legalitas, setidaknya minimal berupa SK Kades. Mohon pak Kades bisa membantu,” terangnya.

Pesan kedua, Wijayanti menimpali regenerasi di sektor seni menjadi hal yang menarik, guna memastikan Sanggar Baraloka bisa berjalan untuk jangka panjang dan selalu siap manakala ada jadwal pentas.

“Terus semangat, jangan lupa ilmunya dilebarkan ke lintas generasi. Jadi kalau dibutuhkan masyarakat atau pemerintah, siap. Jika ada yang sekolah, kerja, biar ada yang tetap handle. Jangan sampai tidak bisa semuanya, karena sekolah di mana, lagi kerja di mana, karena pergi keluar daerah, soalnya hal-hal seperti itu sering terjadi,” kata Wijayanti.

Sementara itu, Achdiat Galih, Pembina Sanggar Baraloka menyampaikan terima kasih atas prakarsa Danramil Sumber, Kapten Inf. Joko Utomo yang memfasilitasi terbentuknya sanggar, sekaligus berkenan menjadikan rumahnya untuk pusat berkesenian.

“Menghidupkan kembali roh, nyawa kesenian temen-temen. Tetap bergerak, menjaga lingkungan, menjaga kebudayaan, menjaga tradisi. Terima kasih bapak Kapten Inf. Joko Utomo, atas segala upayanya,” tandas Achdiat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan