Kisah Warga Di Rembang Berhasil Minta Ganti Rugi Motor Brebet, Jadi Momen Langka
Berita acara ganti rugi dari SPBU PT RBSJ Rembang. Selain biaya perbaikan diganti, konsumen juga menerima ganti BBM full Pertamax.
Berita acara ganti rugi dari SPBU PT RBSJ Rembang. Selain biaya perbaikan diganti, konsumen juga menerima ganti BBM full Pertamax.

Rembang – Ada warga di Kabupaten Rembang yang berhasil meminta ganti rugi, setelah sepeda motornya brebet-brebet (gas tidak stabil).

Warga yang enggan disebutkan namanya tersebut menceritakan kala itu mengisi BBM Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) jalur Pantura dekat pintu gerbang Rembang sebelah timur.

Setelah motornya brebet-brebet, kemudian dimasukkan ke bengkel. Ia meminta ganti rugi kepada SPBU dengan membawa struk bukti pembelian, sample BBM Pertalite dan nota service sepeda motor yang habis biaya Rp 181 Ribu.

Pihak SPBU membuat semacam berita acara, ditandatangani oleh konsumen dan mekanik/montir bengkel.

Selain menerima ganti rugi Rp 181 Ribu, dirinya juga memperoleh ganti isi Pertamax full tangki.

“Jadi syarat-syarat saya lengkap. Ada struk, saya bawa sample BBM Pertalite nya. Selain dapat ganti rugi biaya perbaikan kendaraan, saya juga dikasih pengganti BBM Pertamax full tangki,” terangnya.

Sementara itu, M. Syafi’, Manager SPBU PT RBSJ membenarkan pihaknya sudah memberikan ganti rugi kepada 2 orang pemilik sepeda motor yang mengeluh motornya brebet-brebet, seusai mengisi Pertalite.

“Karena syaratnya terpenuhi, ada struk, kemudian mekanik bengkelnya mau tanda tangan, motor betul-betul rusak. Biaya perbaikan kita ganti, dan motor diberi Pertamax full tangki. Yang ganti Pertamina, nanti kita klaimkan ke Pertamina,” ungkapnya.

Pembelian Pertamax Melonjak

Syafi’ menambahkan saat terjadi fenomena motor brebet kisaran tanggal 26-27 Oktober 2025, kiriman Pertalite tanggal 25 Oktober dan sebelum tanggal itu, dari depot Tuban Jawa Timur. Kemudian sempat dialihkan sementara, BBM dikirim dari depot Pertamina Semarang.

Tapi sekarang pasokan sudah normal kembali dari depot Tuban.

“Ini sekarang sudah normal, dikirim dari depot Tuban lagi. Sudah nggak ada komplain,” beber Syafi’.

Syafi’ mengakui pasca kejadian tersebut, pembelian Pertamax di SPBU RBSJ melonjak pesat, karena banyak konsumen beralih dari BBM subsidi Pertalite ke Pertamax yang non subsidi.

Kalau kondisi sebelumnya rata-rata hanya laku 2 ribu liter per hari, sekarang Pertamax mencapai 3 ribu liter atau bahkan lebih setiap hari.

“Lonjakannnya luar biasa mas,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan