
Rembang – Panitia Festival kuliner NjajanFest optimis para peserta usaha mikro kecil menengah (UMKM) akan naik kelas.
Ketua Panitia Njajan Fest, Diana Nurus Saidah didampingi penggagas acara, Achmad Ghufron Nurrosyid menuturkan saat sosialisasi saja, pihaknya sudah mempertemukan pelaku UMKM dengan sejumlah dinas/instansi terkait.
Ia mencontohkan UMKM yang belum memiliki izin usaha, bisa langsung mengurus nomor induk berusaha (NIB) kepada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
“Mereka langsung bertatap muka. Ada sekira 30 an yang awalnya belum punya NIB, kemudian dibikinkan NIB dan langsung jadi,” tandasnya.
Kemudian bagi UMKM yang belum mengantongi sertifikat halal, dipertemukan dengan pihak Kementerian Agama.
Begitu pula yang terkendala akses permodalan, panitia memberikan alternatif solusi, dengan menghadirkan PT PMN.
“Asuransi untuk melindungi UMKM juga ada. Dari sosialisasi saja mas, mereka sudah naik kelas, jadi NjajanFest nggak sekedar bazaar UMKM,” ujarnya.
Diana menambahkan panitia NjajanFest menggelar kurasi/seleksi produk peserta, supaya terbebas dari kandungan berbahaya, sekaligus untuk memastikan aman dikonsumsi masyarakat.
Pemeriksaan tersebut melibatkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
“Setelah kita kurasi secara internal, kami kirimkan ke Labkesda, untuk diuji kandungan berbahaya, seperti formalin, perwarna tekstil rhodamin B dan mikroorganisme. Dinas Kesehatan juga siap cek ke lokasi produksi, biar aman dan layak,” tandasnya.
Rencananya, 40 lebih pelaku UMKM akan meramaikan ajang NjajanFest di halaman Taman Kartini Rembang, tanggal 12-14 September 2025.
Acara yang digagas oleh Rumah BUMN Rembang bersama PT Semen Gresik ini, menjadi festival kuliner terbesar di Kabupaten Rembang. (Musyafa Musa).

