
Lasem – Ada kegiatan menarik yang dilakukan siswa SDIT Avicenna Lasem, untuk membantu penanganan wabah demam berdarah di sejumlah desa.
Mereka membagikan lebih dari 1.000 ekor ikan nila kepada masyarakat, yang dibeli dari hasil menyisihkan uang saku.
Selanjutnya, ikan nila tersebut dilepas ke dalam bak kamar mandi, supaya bisa memakan jentik-jentik nyamuk.
Kepala SDIT Avicenna Lasem, Umniyyah Lathifah menjelaskan pihaknya memilih ikan nila, karena mudah diperoleh, harganya terjangkau dan efektif mencegah berkembangnya nyamuk.
“Kita ingin membantu pencegahan demam berdarah melalui langkah nyata. Salah satunya dengan ikan nila,” terang Umniyyah.
Selain itu, pihak SDIT Avicenna Lasem ingin mengajarkan kepada anak-anak didiknya untuk peduli terhadap lingkungan dan perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat sekitar.
“Kami ingin kepedulian siswa tumbuh sejak usia dini. Misalnya hari-hari ini lagi marak demam berdarah, mereka kita ajarkan bagaimana bisa membantu warga yang membutuhkan,” imbuhnya.
Salah satu lokasi yang dituju untuk pembagian ikan nila adalah Desa Kalitengah Kecamatan Pancur.
Romzah, seorang perangkat desa Kalitengah menyampaikan bantuan ikan nila langsung disalurkan kepada lingkungan di kampungnya, yang akhir-akhir ini banyak terserang demam berdarah.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih anak-anak sudah rela menyisihkan uang saku untuk membeli ikan nila. Kita bagikan yang terjangkit wabah DB di RT 01 dan 02,” terang Romzah.
Selain Desa Kalitengah, ikan nila juga dibagikan ke masyarakat Desa Johogunung dan Warugunung Kecamatan Pancur.
Ikan tidak sampai menimbulkan bau amis, karena tiap bak kamar mandi diberi 2 – 3 ekor ikan nila, dengan ukuran kecil.
Masyarakat juga diberikan pemahaman untuk menerapkan pemberantasan sarang nyamuk, dengan cara rutin menguras bak penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas, supaya tidak menjadi sarang nyamuk. (Musyafa Musa).

