
Sumber – Saat banyak petani ramai-ramai mengajukan bantuan kepada Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, justru petani yang satu ini memiliki sikap berbeda.
Yah..namanya H. Waluyo, tokoh petani warga Desa Landoh Kecamatan Sulang yang ikut hadir dalam sesi tanya jawab dengan Sudaryono, di lahan persawahan Desa Sekarsari Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Jum’at sore (04 Oktober 2024).
Waluyo enggan mengusulkan bantuan. Tapi ia justru meminta supaya kejadian di Kementerian Pertanian tidak terulang lagi.
“Kabeh njaluk bantuan, nganti tulisane pak Kadin kebak (penuh). Saya hanya minta hatinya panjenengan pak Wamen, hati dari pak Wamen,” tuturnya.
Saat Sudaryono balik bertanya kejadian apa, Waluyo enggan mengungkap lebih rinci.
Namun Waluyo berharap Kementerian Pertanian benar-benar konsisten dan jangan sampai ternodai.
Ada dugaan Waluyo ingin mengingatkan kasus korupsi Menteri Pertanian terdahulu, Syahrul Yasin Limpo tidak terulang lagi.
“Dari rakyat kecil mengharap itu saja, kami nggak meminta bantuan apa-apa, soalnya dari Kabupaten, Provinsi dan pusat sudah banyak bantuan yang digelontorkan,” imbuh Waluyo.
Seusai kegiatan, Sudaryono kepada wartawan menyatakan kalau ada kekurangan di Kementerian Pertanian, harus diperbaiki.
“Kalau sana sini masih ada yang kurang, kita perbaiki,” tandasnya.
Ongkos Giling
Bagi Sudaryono, jangan sampai rakyat dirugikan. Ketika muncul kesusahan, harus dibantu menyelesaikan. Semua tergantung pada urusan waktu dan kebijakan anggaran.
“Rakyat kita mau minta bantuan siapa lagi, mosok mau minta ke PBB, ya nggak mungkin. Rasa cinta yang mendasari kita, pemerintah, mulai dari Kabupaten sampai pusat. Kadang kita ingin berbuat baik 100, tapi barangkali baru tercapai 70, ya nggak apa-apa, yang penting niatan kita baik,” beber Sudaryono.
Selama sesi dialog dengan para petani, banyak masukan yang diperoleh Sudaryono.
Hampir semua diakomodir. Hanya satu yang tidak bisa ia setujui, yakni ketika ada wanita pemilik penggilingan padi mendesak agar ongkos menggiling padi dinaikkan.
“Mohon maaf, saya tidak bisa masuk mencampuri soal itu bu,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

