Ada Yang Minta Embung Diuruk, Pasca Dua Anak Meninggal Dunia
Kondisi TKP embung Desa Sumbergayam Kecamatan Kragan.
Kondisi TKP embung Desa Sumbergayam Kecamatan Kragan.

Kragan – Dua anak meninggal dunia tenggelam di embung Desa Sumbergayam Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang, Kamis sore (04/04). Kedua anak tersebut berusia 9 dan 10 tahun.

Menurut hasil olah TKP Polsek Kragan, awalnya korban bersama dua temannya sekira pukul dua siang berangkat ke embung desa, untuk mandi. Posisi embung berjauhan dengan perkampungan penduduk.

Begitu sampai, dua anak langsung melompat ke embung, sedangkan dua temannya tidak ikut mandi.

Lantaran lama ditunggu-tunggu tidak muncul ke permukaan, rekan korban langsung berinisiatif meminta tolong warga yang melintas dan melaporkan kejadian itu kepada orang tua korban. Setelah dicari, dua anak tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Desa Sumbergayam Kecamatan Kragan, Durasid menjelaskan ada dugaan korban tidak bisa berenang. Peristiwa anak tenggelam diketahui sekira pukul 15.15 Wib. Ia mengetahuinya saat posisi korban sudah dibawa ke Puskesmas Kragan.

“Ketika saya cek ke Puskemas, wajah korban ada sisa lumpur-lumpurnya, kemungkinan tenggelam sampai dasar embung,” kata Kades.

Durasid menambahkan sempat muncul desakan dari sejumlah warga agar embung yang menelan korban jiwa diratakan dengan cara diuruk tanah.

Ia memaklumi karena menimbulkan dua korban jiwa, sehingga muncul rasa semacam itu.

“Embung mok sakmono, pertanian ora kanggo. Ada warga yang menyikapinya sak gedakan gitu ya wajarlah, karena memakan korban jiwa. Ibaratnya kalau kita lewat di jalan, kemudian kecelakaan, apa iya jalannya harus diuruk, kan nggak. Namanya juga musibah,” imbuhnya.

Tapi pihak desa berharap aset embung tetap dibiarkan. Nantinya akan ada langkah-langkah antisipasi, semisal membuat banner peringatan larangan mandi di embung dan orang tua harus meningkatkan pengawasan bagi anak-anaknya untuk tidak mandi di embung.

“Tadi perangkat desa dan BPD kami kumpulkan membahas masalah tersebut. Sebenarnya sudah ada pagar kawat berduri, nanti yang terbuka kita tutup. Kita juga akan buat banner himbauan,” beber Kades.

Sementara itu, Kapolsek Kragan, AKP ID Wijaya membenarkan kejadian dua anak tenggelam di embung Desa Sumbergayam.

Dari hasil pemeriksaan jenazah korban oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan