Meleset Dari Undang-Undang, Pemkab Rembang Dan Swasta Ditagih Komitmennya
Pegiat disabilitas, Saswati Ningrum berbincang dengan Kepala Bappeda Kab. Rembang, Affan Martadi.
Pegiat disabilitas, Saswati Ningrum berbincang dengan Kepala Bappeda Kab. Rembang, Affan Martadi.

Rembang – Penyandang disabilitas di Rembang mempertanyakan komitmen pemerintah maupun swasta yang harus mempekerjakan kaum disabilitas.

Saswati Ningrum, seorang penyandang disabilitas dari Desa Sendangmulyo Kecamatan Bulu mengatakan berdasarkan ketentuan Undang-Undang No. 08 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, untuk pemerintah pusat, Pemda, BUMN, BUMD minimal 2 % mempekerjakan penyandang disabilitas, sedangkan bagi perusahaan swasta minimal 1 % dari jumlah pekerja.

Saswati ragu aturan tersebut sudah diterapkan. Ia berharap tidak hanya sekedar menjadi aturan.

“Komitmen pemerintah dan perbankan milik pemerintah, seperti Bank Rembang, Bank Jateng, BKK Lasem, apakah di situ sudah mempraktekkan harus menerima pekerja disabilitas minimal 2 Persen. Kalau belum, bagaimana caranya bisa dipenuhi,” tuturnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Affan Martadi menyampaikan terima kasih atas masukan tersebut. Ia membenarkan semua pihak harus lebih melek terhadap kawan-kawan disabilitas.

“Saya kasih contoh, di salah satu mini market dekat dengan Bappeda, saya lihat sendiri, tenaga kasirnya ada yang disabilitas. Ini perlu kita dorong terus. Kalau mereka mampu, kenapa tidak,” ujar Affan.

Beri Penghargaan

Kepala Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang, Dwi Martopo mengakui untuk di sektor pemerintah, belum bisa memenuhi minimal 2 persen pekerja disabilitas.

Pihaknya sendiri sangat mengapresiasi perusahaan swasta yang sudah mempekerjakan difabel. Pemkab memberikan penghargaan, supaya perusahaan-perusahaan lain ikut tergerak.

“Saat ini kami memetakan di pemerintah sudah ada disabilitas, tapi angkanya belum sampai 1 persen. Kalau perusahaan swasta, tampaknya mereka berlomba-lomba untuk merekrut difabel. Kita berharap tentu dengan upah yang sesuai,” beber Dwi.

Dwi Martopo menambahkan belum lama ini, Kapolres Rembang, AKBP Suryadi juga menyatakan siap mempekerjakan 1 difabel di setiap Polsek.

Namun apakah janji tersebut sudah dipenuhi atau belum, instansinya belum mengecek langsung. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan