Rembang Bakal Punya Perguruan Tinggi Baru, Ini Dia Lokasinya
Kiai Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) turut hadir dalam peletakan batu pertama Gedung Rektorat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama, Rabu (13/12).
Sejumlah pejabat dan ulama di Rembang berfoto bersama dalam acara peletakan batu pertama Gedung Rektorat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama, Rabu (13/12).

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang menyambut baik rencana berdirinya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan itu dianggap sebagai langkah strategis, untuk memajukan dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Rembang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Fahrudin menyampaikan hal itu, saat kegiatan peletakan batu pertama (Ground Breaking) pembangunan Gedung Rektorat Perguruan Tinggi NU, di kawasan Gedung Haji, jalan Pemuda Rumbutmalang Rembang, Rabu (13/12).

Menurut Fahrudin, investasi dalam bidang pendidikan hasilnya memang tidak bisa langsung dirasakan. Namun ia meyakini dampak positif tersebut akan muncul pada masa mendatang.

“Mungkin 25-40 tahun mendatang hasilnya baru akan di rasakan oleh masyarakat Rembang khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” terangnya.

Ia menganggap memajukan dunia pendidikan adalah sebuah kewajiban, demi menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mampu bersaing di kancah dunia.

“Kalau kita tidak mencerdaskan masyarakat, maka negara kita akan kesulitan bersaing di kancah dunia,” imbuh Fahrudin.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Rembang, Sunarto menjelaskan Perguruan Tinggi NU nantinya akan menempati bekas bangunan sekolah SMK YPI. Ada sebanyak 12 ruang kelas yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkuliahan.

“Ruang kelasnya masih layak dan hanya perlu rehab sedikit. Ini kita masih nunggu ijin dari Kementerian Agama. Kalau sudah turun ya bisa langsung melakukan kegiatan perkuliahan,” jelasnya.

Dalam pendirian Perguruan Tinggi NU, Pemkab Rembang menghibahkan tanah seluas 2,14 hektar. Sementara untuk membangun Gedung Rektorat 5 lantai, membutuhkan anggaran sekira Rp 10 Milyar.

“Ada beberapa jurusan yang coba kita usulkan ke Kementerian. Diantaranya Informatika, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Agama Islam (PAI),” pungkas Sunarto. (Wahyu Adi).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.