
Rembang – Sejumlah investor dari dalam dan luar negeri siap mendirikan pabrik di Kabupaten Rembang.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan yang sudah di depan mata, pabrik rokok Djarum akan melakukan perluasan di dua lokasi, yakni 2 hektar di sekitar jalan lingkar Rembang dan 1 hektar di Desa Landoh Kecamatan Sulang.
Pembebasan tanah telah selesai, bahkan saat ini sudah diproses pengurusan izinnya.
“Ini merupakan pengembangan pabrik rokok Djarum,” ucapnya, Minggu (29/10).
Kalau nanti pabrik berdiri, menurut informasi yang diterimanya, akan mampu menampung tenaga kerja hingga 3 ribuan orang.
“Artinya dari situ, kita bisa mengurangi pengangguran yang masih ada sekitar 1,7 %,” kata Hafidz.
Selain Djarum, ada pula investor dari Tiongkok China yang tertarik mendirikan pabrik garmen (kain untuk pakaian jadi-Red) di Rembang, dengan kebutuhan tanah seluas 10 hektar. Mereka sudah mengecek 3 titik calon lokasi lahan.
“Tinggal mana nanti yang pas dan cocok untuk mereka, kami masih menunggu informasi. Yang jelas, investor sudah menemui kami. Bahasanya nggak mudeng (tidak paham) saya, tapi pakai penerjemah. Kalau jadi, ini nanti juga butuh ribuan pekerja,” terangnya.
Menurutnya, langkah semacam ini bukan bermaksud menjadikan warga sebagai kaum buruh. Tetapi lebih pada upaya meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Jika hal itu tercapai, akan berdampak positif terhadap kondisi perekonomian.
“Jangan dianggap pandangan wong Rembang dadi buruh kabeh, tapi kalau ada pendapatan, pasti daya beli meningkat, UMKM juga akan muncul, kemudian dari UMKM itu juga menciptakan karyawan. Jadi akan terjadi efek domino yang positif,” pungkas Bupati.
Ia berharap semua tahapan berjalan lancar, sehingga pada tahun 2024 mendatang, pembangunan pabrik bisa dimulai. (Musyafa Musa).

