Peci Dan Sepeda Menjadi Petunjuk Awal, Mbah Suwardi Ditemukan Meninggal Dunia
Kapolsek Lasem, Iptu Arif Kristiawan (jaket hitam) hadir di Balai Desa Karasgede, dekat TKP temuan korban. (Foto atas) Jenazah korban sebelum dievakuasi menuju rumah duka, Minggu malam.
Kapolsek Lasem, Iptu Arif Kristiawan (jaket hitam) datang ke Balai Desa Karasgede, dekat TKP temuan korban. (Foto atas) Jenazah korban sebelum dievakuasi menuju rumah duka, Minggu malam.

Lasem – Warga Dusun Muragan Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang yang sempat hilang sejak tanggal 19 Agustus 2022 lalu, akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terapung di sungai belakang Balai Desa Karasgede Kecamatan Lasem, Minggu sore (21/08).

Kapolsek Lasem, Iptu Arif Kristiawan menjelaskan korban bernama Mbah Suwardi, berusia 70 tahun.

Menurut keterangan saksi dan hasil olah TKP, semula Suwardi telah meninggalkan rumah hari Jum’at (19/08). Pihak keluarga berupaya melakukan pencarian ke berbagai lokasi, hingga menemukan sepeda onthel, baju dan peci milik yang bersangkutan berada di pinggir sungai Desa Karasgede Kecamatan Lasem.

“Minggu sore kira-kira jam lima sore, barang-barang tersebut ditemukan tergeletak di pinggir sungai. Jadi warga yang mencari semakin yakin, Mbah Suwardi ada di sekitar situ, “ ujarnya.

Setelah warga menyusuri sungai, hanya berjarak 25 an Meter dari posisi sepeda, korban ditemukan meninggal dunia terapung di sungai.

Kemudian jenazah dievakuasi menuju Balai Desa Karasgede. Kapolsek menimpali petugas Puskesmas yang datang memeriksa jasad korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga disimpulkan penyebab meninggalnya korban karena tenggelam di sungai.

“Muncul dugaan mandi di situ, tapi kemungkinan pas posisi agak dalam, lalu tenggelam. Dugaan kami seperti itu, “ imbuh Kapolsek.

Setelah itu jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, Minggu malam untuk dimakamkan.

“Kita langsung serahkan kepada keluarga di kawasan RT 04 RW 02 Desa Tuyuhan Kecamatan pancur. Menurut informasi yang kami terima, korban memang sudah pikun, karena usia lanjut. Keluarga juga sudah menerimakan atas kejadian tersebut, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan