Bupati : “Atap Rumah Dengan Jalan Raya Imbang, Secara Geografis Kurang Diuntungkan…”
Rakor kesiapsiagaan bencana alam di lantai IV Kantor Bupati Rembang. (Foto atas) Kejadian bencana tanah longsor di Desa Manggar Kecamatan Sluke, beberapa waktu lalu.
Rakor kesiapsiagaan bencana alam di lantai IV Kantor Bupati Rembang. (Foto atas) Kejadian bencana tanah longsor di Desa Manggar Kecamatan Sluke, beberapa waktu lalu.

Rembang – Kondisi geografis Kabupaten Rembang, didominasi kawasan pegunungan, sehingga potensi kerawanan bencana selalu mengintai, tiap kali curah hujan tinggi.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan masalah tersebut dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana alam di lantai IV Kantor Bupati Rembang, hari Selasa (19 Juli 2022).

Ia menyebut dari 14 kecamatan, 8 kecamatan diantaranya memiliki kawasan perbukitan dan pegunungan.

“Mulai Lasem, Pancur, Sluke, Gunem, Sale, Kragan, Pamotan, Sedan. Memang secara geografis, kita kurang diuntungkan. Kalau di gunung, rawan bencana tanah longsor, “ ujarnya.

Ia mencontohkan banyak sekali rumah warga di pegunungan yang atap gentengnya dengan jalan raya sama rata. Bahkan konon untuk biaya pembuatan tebing lebih besar, daripada saat mendirikan rumah.

“Di gunung, atap rumah warga sama jalan imbang. Banyak sekali itu, karena kontur tanahnya yang tidak rata, “ terang Hafidz.

Bupati menegaskan selama ini penanganan bencana alam di Kabupaten Rembang sudah berjalan sangat baik. Koordinasi antar lintas sektor terjalin kerja sama.

“Kalau ada bencana, yang di tingkat kecamatan, pak Camat, Kapolsek, Danramil dan kepala desa sudah langsung gerak. Sayange gak ono apa-apane. Belum ada, nanti tak kasih pokoknya. Babinsa, sepeda motor, ok tahun 2023, “ imbuhnya disambut tepuk tangan meriah.

Ia juga menyoroti keterlibatan aktif para relawan siaga bencana. Bahkan penyandang disabilitas pun, turut bergabung menjadi relawan, sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kabupaten Rembang, sudah merambah ke berbagai kalangan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Sri Jarwati menyampaikan Kabupaten Rembang sedang dilanda bencana hidrometrologi yang mengakibatkan banyak kerugian. Tidak hanya infrastruktur rusak, tetapi juga mengancam sektor pertanian.

Maka pihaknya menggelar Rakor kesiapsiagaan, untuk meningkatkan peran serta masyarakat, dalam mengantisipasi kejadian bencana.

“Ada 90 orang peserta yang kita undang, sedangkan pembicaranya menghadirkan pihak-pihak kompeten, seperti dari BNPB, BPBD Jawa Tengah, BMKG, dan beberapa sumber lain, “ paparnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.