Tak Mau Pacaran, Kisah Taaruf Berujung Lagu Yang Menginspirasi
Pasangan Azwar “Ipunk” Syaifullah dan Diana Novikasari saat berkunjung ke Studio R2B. (Foto atas) Video klip lagu Taaruf yang dibawakan Ipunk dan Dinov.
Pasangan Azwar “Ipunk” Syaifullah dan Diana Novikasari saat berkunjung ke Studio R2B. (Foto atas) Video klip lagu Taaruf yang dibawakan Ipunk dan Dinov.

Rembang – Pasangan suami isteri yang tinggal di Perumahan Kabongan Kidul, Rembang ini begitu kompak dalam menyalurkan bakat di bidang tarik suara.

Pasangan Azwar “Ipunk” Syaifullah dan Diana Novikasari tersebut, bahkan baru saja merelease sebuah single lagu yang menceritakan kisah keduanya menjalani proses taaruf hingga akhirnya menikah.

Lagu dengan judul Taaruf itu merupakan single ke-6 yang dinyanyikan berdua dan kebetulan berisi tentang pengalaman pribadi mereka.

Azwar “Ipunk” Syaifullah mengaku asli Desa Tlogomojo, Kecamatan Rembang Kota, sedangkan sang isteri asli Malang – Jawa Timur. Ketemu pertama kali dalam sebuah forum pengajian di Bojonegoro, Jawa Timur. Setelah melalui taaruf (proses mengenal), kemudian dilanjutkan khitbah (proses melamar) dan menikah.

Ia berharap dengan lagu tersebut, dapat memberikan pesan terutama bagi generasi muda untuk menggunakan cara-cara semacam itu, dalam memilih pasangan hidup.

“Semoga terinspirasi kisah kita, bagaimana prosesnya ketemu sampai menikah. Tanpa melalui proses PDKT atau pacaran, “ tuturnya.

Diana Novikasari mengamini pendapat sang suami. Ia yang sudah 4 tahun berumah tangga dengan Ipunk lebih nyaman melalui taaruf, daripada berpacaran.

“Kalau pacaran itu ribet, mungkin putus atau hanya jagain jodohnya orang. Jadi ya lebih baik taaruf saja, “ ungkapnya.

Wanita yang dulunya anak band ini menambahkan tidak terlalu sulit menggarap lagu dan video klip, karena suaminya sejak tahun 2001 bekerja di sebuah label rekaman sebagai penyanyi religi. Salah satu lokasi syuting video klip, berlangsung di jembatan merah, kawasan hutan bakau Desa Pasar Banggi, Rembang.

“Kita dibantu oleh temen-temen dari Jakarta yang datang langsung ke Rembang mas, “ imbuh wanita yang biasa disapa Dinov ini.

Ipunk dan Dinov berharap karyanya bisa mewarnai dunia musik, terkhusus di Kabupaten Rembang dan sekitarnya.

“Lagu yang diciptakan mas Heri Hendarsah ini, semoga bisa diterima masyarakat. Sementara kita promokan lewat media sosial sama radio-radio lokal di Rembang, “ pungkas mereka berdua. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *