Seorang Anak Perempuan Meninggal Dunia, Polisi Beberkan Kronologis Kejadiannya
Korban meninggal dunia, akibat tenggelam di Embung Dusun Semangkon, Desa Tempaling, Kecamatan Pamotan, Senin (10/05).
Korban meninggal dunia, akibat tenggelam di Embung Dusun Semangkon, Desa Tempaling, Kecamatan Pamotan, Senin (10/05).

Pamotan – Seorang anak perempuan meninggal dunia di embung Dusun Semangkon, Desa Tempaling, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Senin (10 Mei 2021) sekira pukul 10.00 Wib.

Korban teridentifikasi bernama Zaskiya Kirani Putri (10 tahun), tinggal di RT 03 RW 02 Desa Tempaling, tercatat sebagai siswi kelas IV SD N Tempaling. Jarak antara TKP dengan embung sekira 1 kilo meter. Sontak kejadian tersebut, membuat keluarga korban menangis di pinggir embung.

Kapolsek Pamotan, Iptu AL Sutikna menjelaskan pihaknya kali pertama menerima informasi tersebut dari Kepala Desa Tempaling. Setelah itu bersama Tim Inafis Polres dan petugas medis Puskesmas Pamotan, langsung bergerak menuju TKP.

Dari hasil keterangan saksi, semula korban mandi di embung bersama seorang temannya, Nurul Hidayatul Nikmah. Sedangkan 1 temannya yang lain, menunggu di atas embung.

Begitu selesai mandi, Nurul mengajak Zaskiyah untuk naik ke atas embung. Namun Zaskiya tidak mau, karena masih ingin mandi lagi. Tak berselang lama, Zaskiya tenggelam dan sempat meminta tolong. Lantaran tidak bisa melakukan pertolongan, kedua rekan korban berteriak-teriak. Datanglah warga lain, akhirnya melakukan pencarian. Setelah itu, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Saksi rekan korban mau nolong, tapi posisinya nggak terjangkau. Lokasi embung memang agak jauh dari permukiman penduduk. Kalaupun ada warga, kebetulan berada di lahan pertanian, “ tuturnya.

Setelah jenazah korban diperiksa oleh petugas medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Disimpulkan kematian korban, murni karena tenggelam di embung yang dalamnya perkiraan mencapai 3 Meter.

Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, untuk dimakamkan. Iptu AL Sutikna mengimbau masyarakat meningkatkan pengawasan kepada anak-anak mereka, supaya menghindari lokasi-lokasi rawan seperti itu.

“Kebetulan peristiwa anak tenggelam di embung tempat-tempat lain sudah sering terjadi. Mohon semua pihak tidak bermain di embung yang penuh airnya, apalagi jika nggak bisa berenang, “ pungkas Kapolsek. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *