Dua Ronde Main “Begituan” Dengan PSK, Seorang Pria Meninggal Dunia
Suasana TKP warung dan barang bukti yang diamankan polisi.
Suasana TKP warung dan barang bukti yang diamankan polisi.

Rembang – Peristiwa mengejutkan terjadi di sebuah warung, pinggir jalur Pantura Semarang – Surabaya, tepatnya antara Desa Tritunggal dengan Desa Punjulharjo, Rembang, hari Jum’at (07 Mei 2021), sekira pukul 09.00 Wib.

Seorang pria mendadak meninggal dunia, saat berhubungan badan dengan wanita diduga pekerja seks komersial (PSK), di tengah bulan suci Ramadhan.

Pria berinisial S (55 tahun) warga sebuah desa di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, semula datang ke warung tersebut, dengan naik mobil Avanza masih gress (baru-Red). Singkat cerita, berhubungan badan dengan wanita penghuni warung, sebut saja W (31 tahun), sesuai KTP berasal dari Kabupaten Blora.

Kepada aparat polisi, sang wanita mengaku melayani S dalam dua ronde. Rentang waktunya cukup lama. Ronde pertama, S sempat merasakan nafasnya tersengal-sengal, sehingga memilih berhenti, kemudian masuk ke kamar mandi.

Setelah itu, S dan W melanjutkan “begituan” di ronde kedua, hingga akhirnya S terkulai lemas. Begitu dicek, ternyata sudah meninggal dunia.

Kepala Unit Reskrim Polsek Rembang Kota, Aipda Suyanto saat dikonfirmasi membenarkan keterangan tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan saksi wanita yang diajak kencan, menyampaikan seperti itu, “ tuturnya.

Petugas medis juga mengecek kondisi jenazah korban. Dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Di TKP, polisi menemukan beberapa keping obat kuat, minuman suplemen berenergi dan uang tunai milik sang pria yang jumlahnya mencapai Rp 130 Juta.

Belum bisa disimpulkan pemicu kematian korban, apakah karena dugaan pengaruh over dosis obat kuat atau sebab lain. Hingga berita ini diturunkan, masih terus didalami.

“Yang jelas korban meninggalnya mendadak, “ imbuh Aipda Suyanto.

Setelah jenazah dievakuasi dari TKP, langsung dibawa menuju kamar jenazah RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Selanjutnya diambil oleh pihak keluarga, untuk dimakamkan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *