Pedagang Pasar Rembang Tuding MBG Jadi Biang Kerok, Harga Berbagai Komoditas Melambung
Aktivitas pedagang ayam potong di Pasar Rembang, Jum’at (24/07). Semenjak MBG aktif lagi, harga ayam potong meroket.
Aktivitas pedagang ayam potong di Pasar Rembang, Jum’at (24/07). Semenjak MBG aktif lagi, harga ayam potong meroket.

Rembang – Dua pekan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kerap dipelesetkan Maling Berkedok Gizi, sudah berjalan lagi di Kabupaten Rembang, pasca libur sekolah.

Pantauan di Pasar Rembang, Jum’at (24 Juli 2026), harga telur naik antara Rp 26-27 Ribu per Kilo Gram.

Padahal saat MBG libur, harga telur pada kisaran Rp 21-22 Ribu per Kilo Gram.

Sutrisno, salah satu pedagang Sembako di Pasar Rembang mengatakan selain harga naik, pasokan barang juga berkurang, semenjak MBG aktif lagi.

“Ketika ada MBG, harga naik dan pasokan tersendat. Mungkin banyak barang yang masuk ke dapur-dapur MBG,” ungkapnya.

Ia menyebut harga komoditas sayur-sayuran juga naik cukup lumayan, setelah program MBG bergulir dalam dua pekan terakhir ini.

“Kayak timun, wortel, buncis, naik semua,” imbuhnya.

Di lapak terpisah, pantauan harga daging ayam potong, kenaikannya juga sangat terasa.

Ketika MBG libur, harga ayam potong pada kisaran Rp 30-31 Ribu/Kg. Begitu MBG berlangsung, harganya langsung meroket hingga Rp 35-36 Ribu/Kg.

Penjual ayam potong di Pasar Rembang, Sutrisno (kebetulan nama sama dengan pedagang pertama_Red) mengaku dengan kenaikan harga tersebut, membuat daya beli masyarakat menurun.

“Hari-hari ini sepi, kurang minat. Kalau harga tinggi, masyarakat kecil mau beli ayam potong juga pikir-pikir. Untuk kebutuhan lainnya saja, masih kurang,” kata Sutrisno.

Ia sendiri lebih senang jika program MBG dihentikan, supaya harga kebutuhan pokok di pasaran relatif stabil dan mengangkat daya beli masyarakat.

“Kalau saya sendiri penginnya ya berharap MBG dihentikan. Bagusan MBG berhenti. Tapi mau bagaimana, orang kecil seperti saya bisanya manut saja sama pemerintah,” bebernya.

Harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai dan minyak goreng juga terpantau naik. Sedangkan harga bawang merah, bawang putih, gula pasir, relatif tidak ada gejolak.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menanggapi kenaikan harga tersebut, justru menunjukkan keseimbangan pasar, untuk stabilitas harga antara produsen dan konsumen. Yang terpenting, jangan sampai melampaui harga eceran tertinggi (HET).

“Memang sekarang penyerapannya lebih bagus, salah satu faktornya ya MBG juga sudah berjalan kembali. Jadi sebenarnya MBG itu bisa menjadi penyeimbang antara permintaan dan penawaran,” ucap Budi, sebagaimana dilansir dari laman cnnindonesia. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.