Vaksinasi Mulai Merambah Masyarakat, Pihak Dinkes Sebut 13 Kelompok Sasaran
Mochammad Hanies Cholil Barro’ beserta isteri hadir dalam program vaksinasi di Puskesmas Rembang I, Selasa (23/02).
Mochammad Hanies Cholil Barro’ beserta isteri hadir dalam program vaksinasi di Puskesmas Rembang I, Selasa (23/02).

Rembang – Setelah selesai memvaksin tenaga kesehatan, Pemerintah Kabupaten Rembang mulai hari Selasa (23/02) menggelar vaksinasi untuk pelayan publik dan kelompok masyarakat yang dianggap rentan terpapar Covid-19. Kegiatan terpusat di Puskesmas Rembang I.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menjelaskan ada 13 kelompok profesi yang menjadi sasaran vaksinasi. Mulai dari unsur pejabat negara, DPRD, TNI/Polri, Satpol PP, kemudian kelompok lanjut usia, perwakilan pedagang pasar, perwakilan guru, dosen, tokoh agama, pelaku pariwisata, perhotelan, perwakilan atlet dan wartawan.

“Untuk periode ini, target kami 6 hari kedepan bisa selesai, “ paparnya.

Ali menambahkan fasilitas kesehatan yang melayani vaksinasi ditambah. Semula 22 titik, menjadi 24 lokasi, karena ada tambahan di PKU Muhammadiyah Pamotan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

“Untuk vaksinatornya yang semula 85 tenaga kesehatan, ini sudah kita uji di masing-masing fasilitas kesehatan sehingga akan lebih banyak lagi, ” imbuh Ali.

Guna menyukseskan vaksinasi pertama tahap 2 ini, Pemkab Rembang mendapatkan 8 ribu dosis, yang akan digunakan untuk menvaksin 4 ribu sasaran pelayan publik.

“Berdasarkan data yang ada di Dinkes Kabupaten Rembang, sudah menghimpun 30 an ribu sasaran. Namun karena vaksinnya terbatas, vaksinasi akan dilakukan secara bertahap, “ tandasnya.

Calon Wakil Bupati terpilih yang ikut divaksin, Mochamad Hanies Cholil Barro’ mengaku setelah divaksin, belum merasakan efek apapun. Tapi ia mendengar, konon infonya akan merasakan ngantuk dan lapar. Hanies juga mengimbau masyarakat yang belum divaksin untuk bersabar.

“Belum ada efek ini. Tapi katanya 1 atau 2 jam setelah vaksin itu ngantuk terus nafsu makannya tambah, ” beber pria yang biasa disapa Gus Hanies ini.

Sementara itu seorang pedagang Pasar Rembang, Bambang Sumantri mengaku awalnya merasa takut, namun seusai divaksin, tidak seperti yang dibayangkan. Bambang bersyukur menerima vaksin, karena sebagai pedagang yang setiap hari berjualan di dalam pasar, tergolong rawan terpapar Covid-19.

“Awalnya takut, tapi saya sudah bismillah untuk mewakili pedagang pasar Rembang Kota. Jadi saya berharap masyarakat jangan takut bilamana ada permintaan dari pemerintah untuk divaksin, ” terang pedagang tempe ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *