Wacana Radio CB FM Lepas Dari Dinas Kominfo Rembang Dikaji, Ternyata Ini Alasannya
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Rembang, Budiono hadir dalam perayaan ulang tahun ke-52 Radio CB FM, Selasa (28 Juli 2026).
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Rembang, Budiono hadir dalam perayaan ulang tahun ke-52 Radio CB FM, Selasa (28 Juli 2026).

Rembang – Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang mengkaji kemungkinan Radio Citra Bahari (CB) FM (yang dulu terkenal dengan sebutan RSPD_Red), bisa lepas dari Dinas Kominfo dan berdiri sendiri.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Rembang, Budiono menyampaikan hal itu, di sela-sela perayaan ulang tahun ke-52 Radio CB FM, Selasa (28 Juli 2026).

Menurutnya, dengan lepas dari Dinas Kominfo, diharapkan gerak radio lebih leluasa dan tidak bergantung dengan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

“CB FM saat ini masih berada di Dinas Kominfo. Agar lebih bebas berinovasi, akselerasi, kami telaah apakah memungkinkan CB FM bisa independen mengelola operasional. Bisa punya ruang lebih luas, agar tidak kaku dengan urusan birokrasi. Keterbatasan anggaran juga jadi problem, sehingga operasional CB tidak bergantung pada APBD,” ungkapnya.

Budiono menambahkan pada era tahun 2000 an lalu, ketika tekhnologi semakin berkembang, ia sempat memprediksi radio akan punah. Namun ternyata sampai sekarang masih tetap bertahan, meski dengan berbagai dinamika yang terjadi.

“52 tahun bukanlah waktu yang singkat, saya saja kalah, karena 49 tahun (kalah tua dengan CB FM). Tetaplah adaptif dengan perkembangan zaman, bertransformasi dengan selera generasi sekarang, sehingga masih kokoh berdiri,” imbuh Budiono.

Ia berjanji pada APBD Perubahan nanti akan menggelontorkan anggaran, untuk rehab bangunan studio CB FM, supaya lebih representatif.

“Program baru kita, Serambi ini sudah lama nggak aktif. Perkiraan daya listrik kita masih kurang, sehingga kadang off kadang nyambung dengan peralatan. Insyaallah di APBD Perubahan, akan ada pembenahan. Program Serambi akan kita teruskan. Live streaming kita banyakin,” bebernya.

Direktur Operasional Radio CB FM, Agung Dwi Nugroho menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Dinas Kominfo.

“Terima kasih pak Budiono yang mau memperjuangkan gedung baru, sehingga bisa bermain musik di gedung baru. Semoga CB FM bisa menjembatani informasi yang diinginkan masyarakat Kabupaten Rembang,” ujar Agung.

Sejarah Radio

Sementara itu, Ketua Pengurus Paguyuban Fans Radio CB FM, Slamet Arieyanto mengaku pihaknya membuka diri untuk ikut dilibatkan dalam berbagai kegiatan radio.

“Dengan senang hati, kami siap dilibatkan pak. Semoga Radio CB FM, jaya selalu,” tandas Slamet.

Cikal bakal lahirnya radio pemerintah ini berawal pada penghujung tahun 1960 an, kala itu ada Radio Siaran Daerah Rembang atau Siradar di jalan Veteran Rembang.

Seiring berjalannya waktu, Siradar pindah ke lingkungan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh pimpinan KH. Bisri Mustofa.

Studio Si Radar kemudian pindah ke belakang Kantor Koramil Rembang di Jalan Pemuda pada tahun 1970 an, dengan harapan mencari posisi daerah agak tinggi, untuk memperluas jangkauan siaran.

Setelah itu, pindah lagi ke area yang sekarang berdiri Balai Manunggal Kodim Rembang.

Selanjutnya di tahun 1975, pada era Bupati Rembang Suharyono, didirikan RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah). Pemkab meneruskan Siradar untuk dialih Kelola, dikembangkan menjadi RSPD dan menempati bangunan di kompleks Rumah Dinas Bupati Rembang.

Pada bulan Oktober tahun 2003, RSPD berubah nama menjadi Radio Citra Bahari FM, ketika kepemimpinan Bupati Hendarsono, dengan tujuan agar mampu bersaing dengan radio swasta. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.