Untuk Lokasi Ini, PDAM Rembang Tak Terbitkan Rekening Air Mulai Bulan Oktober
Embung Lodan Sarang menjadi salah satu andalan sumber air baku PDAM di wilayah Kabupaten Rembang bagian timur.
Embung Lodan Sarang menjadi salah satu andalan sumber air baku PDAM di wilayah Kabupaten Rembang bagian timur.

Sarang – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menghentikan pelayanan suplai air dari Embung Lodan Sarang, kepada 2 ribuan sambungan rumah yang tersebar di Kecamatan Sarang, Kecamatan Sedan dan Kecamatan Kragan.

Hal itu karena kondisi debet air embung mengering, akibat musim kemarau. Embung masih ada sedikit air, tapi digunakan untuk keperluan perawatan embung sendiri. Sedangkan pengambilan air oleh PDAM, praktis sudah dihentikan sejak tanggal 22 September 2020 lalu.

Direktur PDAM Rembang, Muhammad Affan, Senin siang (28 September 2020) menjelaskan pihaknya tidak menerbitkan rekening air mulai bulan Oktober sampai dengan pelayanan normal kembali. Untuk meringankan beban pelanggan, PDAM siap mengirimkan bantuan air dengan truk tangki ke desa-desa yang terdampak.

“Rekening tidak kami terbitkan mulai bulan Oktober bagi pelanggan yang airnya dipasok dari Embung Lodan. Sambil menunggu kondisi normal, kita bantu air dari truk tangki. Nanti kepala unit PDAM Sarang akan komunikasi dengan bapak ibu kepala desa, “ kata Affan.

Selain membantu droping air ke pelanggan, Affan menambahkan PDAM juga berencana mengaktifkan lagi sumur milik PDAM di sekitar Desa Lodan. Kapasitas debet airnya sekira 5 liter per detik. Meski kecil tapi setidaknya bisa membantu suplai air ke sekitar Lodan dan Sedan. Sumur tersebut lama tidak aktif, semenjak air dipasok dari Embung Lodan.

“Dulu kita pernah punya sumur, sekarang akan kita aktifkan lagi. Air masuk instalasi, untuk suplai ke daerah sekitar situ. Kalau kondisi darurat, 5 liter per detik ya sangat dibutuhkan. Masalahnya air baku, selama ini kita menggantungkan embung, yang notabene milik pemerintah pusat, selain dari Sumber Semen Sale, “ terangnya.

Selain Embung Lodan yang stop total, persediaan air baku di sejumlah embung lainnya juga mendekati kritis. Solusi utama, PDAM kini tinggal menantikan musim penghujan tiba, guna menyelamatkan pelayanan di daerah-daerah yang mengandalkan ketersediaan air embung. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *