Tak Mengira Ada Gedung Megah Di Belakang Kantor Kemenag, Ternyata Ini Fungsinya
Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kemenag Rembang, Zuhri menunjukkan gedung pelayanan haji dan umroh terpadu, yang masih dalam proses finishing, Selasa (08/09).
Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kemenag Rembang, Zuhri menunjukkan gedung pelayanan haji dan umroh terpadu, yang masih dalam proses finishing, Selasa (08/09).

Rembang – Kalau anda mendaftarkan haji tahun ini, diproyeksikan baru bisa berangkat ke tanah suci pada tahun 2047 mendatang atau artinya harus menunggu sampai 27 tahun lagi.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Zuhri, Selasa siang (08 September 2020) mengakui antusias masyarakat untuk mendaftar haji, dari hari ke hari terus meningkat. Bahkan sering ia menjumpai 1 keluarga mendaftar bersama-sama.

“Kalau dulu, orang naik haji rata-rata kan cuma 1 orang, tapi sekarang sering sekeluarga. Kemarin saya lihat dari Sarang, dari Pamotan, langsung suami, isteri dan anak-anaknya. Mungkin faktor ekonomi atau bagaimana, “ tuturnya.

Zuhri menambahkan pihaknya sudah membangun gedung Pusat Layanan Haji Dan Umroh Terpadu di belakang kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang. Pembangunan gedung yang dimulai sejak bulan April lalu dan dijadwalkan tuntas pada tanggal 17 September 2020, akan difungsikan untuk mengoptimalkan pendaftaran ibadah haji.

Pihak bank langsung melayani di tempat tersebut. Selain itu, segala macam berkas persyaratan sudah disediakan oleh koperasi Kemenag, sehingga jemaah yang mendaftar akan lebih mudah.

“Jemaah nggak perlu wira-wiri lagi. Sekali datang, keperluan selesai. Pihak bank yang ingin melayani di gedung ini sebenarnya banyak, cuman nanti tergantung pak kepala Kemenag, dikasih kuota berapa bank, melihat kapasitas ruangan. Saat ini yang sudah pasti, dari Bank Mega Syariah, “ terang pejabat Kemenag warga Desa Kenongo, Kecamatan Sedan ini.

Gedung Layanan Haji Dan Umroh Terpadu dibangun, berkat bantuan dari pemerintah pusat melalui sumber surat berharga syariah negara (SBSN) atau semacam obligasi, sebesar Rp 2,9 Milyar.

Rinciannya, Rp 1,9 Milyar untuk pembangunan fisik, sedangkan Rp 1 Milyar untuk pengadaan sarana pra sarana penunjang gedung. Ditargetkan tahun ini gedung berlantai dua tersebut bisa beroperasi melayani calon jemaah haji. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *