Kartini, Wanita Tinggal Sendiri Di Tengah Hutan Ditelefon Gubernur Ganjar Pranowo. Ada Apa ?
Kartini, wanita yang tinggal di tengah hutan sempat mendapatkan telefon dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Kartini, wanita yang tinggal di tengah hutan sempat mendapatkan telefon dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Rembang – Kisah Kartini (55 tahun), warga Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang yang tinggal sendirian di tengah hutan perbatasan Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar menghubungi langsung wanita tangguh tersebut melalui WhatsApp. Kartini mengaku sempat tidak percaya dan mengira ada seseorang sengaja menggunakan foto profile Gubernur Jawa Tengah itu, untuk menipu. Menurutnya, tidak mungkin seorang Gubernur di tengah kesibukan yang padat, masih menyempatkan waktu mengurusi dirinya sebagai rakyat jelata.

“Saya kira ambil foto pak Ganjar dari internet, kemudian dijadikan foto profile, jadi ya saya sempat agak marah (tak unek-unekke), saya takut ketipu, waktu ada chat WA masuk. Mosok iya ada Gubernur mau meluangkan waktu pegang HP untuk orang kecil seperti saya, “ kata Kartini, Rabu malam (08 Juli 2020).

Tak berselang lama, Ganjar Pranowo menelfon Kartini, menanyakan kabar kesehatan. Kartini masih belum percaya mendengar suara orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut. Untuk lebih meyakinkan, Ganjar melakukan video call melalui WA. Kondisi putus nyambung berulang kali, lantaran susahnya jaringan internet. Ganjar akhirnya merekam videonya sendiri, setelah itu dikirim ke nomor bu Tin (sapaan akrab Kartini-Red).

“Dalam video itu beliau tangannya dada-dada, menyampaikan ibu nggak sedang mimpi. Pak Gubernur memberikan dukungan semangat kepada saya. Baru saya percaya, terharu sekali. Matur nuwun pak Gubernur, “ ujarnya.

Setelah video kisah perjuangan Kartini yang ditayangkan melalui channel youtube Musyafa Musa viral, ia sebatas berharap jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, berdalih ingin mencari bantuan.

“Soalnya dulu saya pernah dimanfaatkan oleh orang lain untuk minta sumbangan, tapi ujung-ujungnya hanya kedok mencari keuntungan pribadi. Saya nggak ingin hal itu terulang lagi, “ imbuh Kartini lirih.

Namun saat ditanya kendala apa yang paling dirasakan saat ini ? Kartini menyebut cadangan air bersih membuatnya khawatir.

“Saya punya 1 sumur, tapi kalau musim kemarau tiba, sering kering. Ingin rasanya punya sumur dengan persediaan air cukup, ya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *