Gelar Pentas Online, Hasilnya Diserahkan Pelaku Usaha Wisata Yang Menganggur
Penyerahan pakat Sembako kepada pelaku usaha wisata yang terdampak Covid-19. (Foto atas) Peserta virtual live concert menunjukkan kemampuan berolah vokal.
Penyerahan paket Sembako kepada pelaku usaha wisata yang terdampak Covid-19. (Foto atas) Peserta virtual live concert menunjukkan kemampuan berolah vokal.

Rembang – Menggelar konser musik secara online, sambil menggalang dana. Setelah itu hasilnya disalurkan untuk warga pelaku usaha wisata, yang terdampak Covid-19.

Aksi tersebut baru saja selesai digelar oleh Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR), bertajuk Virtual Live Concert, sebagai kelanjutan kegiatan Harmoni Di Rumah Saja Rembang.

Pelaksana Virtual Live Concert, Romy Adhi, Senin siang (06 Juli 2020) menjelaskan ada 12 orang yang terpilih dari ajang Harmoni Di Rumah Saja Rembang.

Mereka kemudian dikumpulkan di satu lokasi, untuk bergantian menyanyi. Pentas berlangsung online, disiarkan live melalui channel youtube. Di sela-sela konser, pihaknya menggalang bantuan Sembako maupun sumbangan uang tunai dari para penonton. Hasilnya, semua diwujudkan dalam bentuk paket Sembako, kemudian disalurkan kepada warga pelaku usaha wisata yang berhenti kerja, akibat pandemi Covid-19.

“Jadi konsepnya hiburan untuk penggalangan dana. Para penonton kita ajak berdonasi menyumbangkan rezekinya, untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama para pelaku usaha wisata yang kini menganggur, “ kata Romy.

Pria warga Desa sendangagung, Kecamatan Kaliori ini menambahkan ada 10 paket Sembako yang dibagikan kepada pelaku usaha wisata. Ia menganggap imbas pandemi Covid-19 ini luar biasa, sehingga pada lain waktu pihaknya ingin mengadakan lagi kegiatan serupa. Misinya, untuk meringankan beban warga.

“Semoga saja kegiatan ini menjadi trend di kalangan pemuda. Mari kita tunjukkan bahwa kaum pemuda juga memiliki rasa peduli, ditengah-tengah pandemi seperti sekarang, “ imbuhnya.

Hingga bulan Juli ini, belum ada tanda-tanda sektor pariwisata akan bangkit lagi, menyusul hantaman Covid-19 sejak akhir bulan Maret lalu. Tidak hanya obyek wisata yang dikelola Pemkab Rembang, tetapi obyek wisata yang ditangani pemerintah desa, mayoritas masih tutup. Mereka menunggu regulasi aturan dari pemerintah, terkait pemberlakuan New Normal di bidang pariwisata. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *