Menikmati Sensasi Bukit Gading, Dijamin Bikin Kangen
Tempat parkir sepeda motor pengunjung. (Foto atas) Suasana Bukit Gading pada malam hari.
Tempat parkir sepeda motor pengunjung. (Foto atas) Suasana Bukit Gading pada malam hari.

Sale – Bukit Gading di sebelah timur Desa Pakis, Kecamatan Sale belakangan ini menjadi lokasi yang ngehits untuk dikunjungi, terutama bagi kawula muda. Umumnya pengunjung memilih menghabiskan waktu camping, sambil menikmati sensasi matahari terbit (sunrise) dan melihat keindahan alam dari atas perbukitan.

Seorang tokoh masyarakat Desa Pakis, Kecamatan Sale, Sudarto, Jum’at siang (03 Juli 2020) menjelaskan baru sekira 2 pekan terakhir, warga dari luar kampung ramai berdatangan ke Bukit Gading. Umumnya mereka naik bukit pada Jum’at malam dan Sabtu malam.

Ia membenarkan ketika sudah berada di puncak bukit yang masuk area petak 45 KPH Kebonharjo tersebut, pengunjung bisa melihat wilayah pegunungan Kecamatan Lasem, Sluke dan sebagian desa di Kecamatan Sedan. Apalagi kalau malam hari, kerlap kerlip lampu menambah suasana keindahan.

“Jadi yang dijual di sini adalah alamnya. Terutama ketika matahari terbit, pengunjung bisa foto selfie, seakan-akan pegang matahari. Begitu pula saat malam hari, muncul rembulan dari sisi timur, bergantian foto seolah-olah pegang rembulan. Kalau sudah pernah datang, akan kangen untuk kembali ke sini, “ ungkapnya.

Keindahan sunrise dari Bukit Gading Desa Pakis, Kecamatan Sale.
Keindahan sunrise dari Bukit Gading Desa Pakis, Kecamatan Sale.

Sudarto menambahkan untuk menunjang sarana pra sarana, masyarakat setempat, Karang Taruna dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sudah mendirikan bangunan mushola dan MCK semi permanen di sekitar tempat parkir kendaraan, menuju Bukit Gading.

Kedepan ada rencana ingin dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Desa Pakis. Pengunjung yang datang dipungut biaya parkir sepeda motor dan karcis masuk Rp 5 ribu per orang. Sedangkan mobil, untuk sementara dititipkan di depan rumah-rumah penduduk, karena tidak bisa menuju area parkir yang lebar jalannya hanya 1,5 Meter.

“Semua berkat saran-saran dari Perhutani. Jadi untuk mushola dan MCK di dekat akses jalan masuk menuju Bukit Gading, tanah celengan namanya, milik desa. Kita buat rangka dari bambu, atap pakai alang-alang. Kalangan pemuda maupun Karang Taruna sangat antusias agar kedepan dikembangkan, “ imbuh Sudarto.

Nah..apakah anda penasaran ingin bermalam di Bukit Gading ? Untuk sampai ke sana, dari lokasi parkir kendaraan, kalau jalan kaki membutuhkan waktu antara 30 – 40 Menit. Jangan lupa, tetap jaga kebersihan selama camping ya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *