Kabar Hotel Malindo Untuk Tempat Isolasi Covid-19, Pemilik Hotel Meluruskan Informasi
Pemilik Hotel Malindo Sluke, Ayu Dwi Putri Sartikasari Haris Sayoga.
Pemilik Hotel Malindo Sluke, Ayu Dwi Putri Sartikasari Haris Sayoga.

Sluke – Pemilik Hotel Malindo Sluke meluruskan adanya pemberitaan bahwa Hotel Malindo akan digunakan untuk ruang isolasi pasien Covid-19, tidak benar.

Pemilik Hotel Malindo Sluke, Ayu Dwi Putri Sartikasari Haris Sayoga, Senin siang (06 Juli 2020) mengatakan pada awalnya ia memang menawarkan 22 kamar hotelnya bisa dijadikan ruang isolasi.

Namun maksudnya hanya untuk warga maupun tenaga medis yang terbebas dari Covid-19. Semisal ada warga datang dari luar Kabupaten Rembang, tidak boleh masuk ke kampung halamannya. Begitu memeriksakan diri di Puskesmas maupun rumah sakit, dalam kondisi sehat, maka baru dipersilahkan menempati kamar hotel secara gratis.

“Saya contohkan waktu sebelum Lebaran kemarin. Ada orang mudik, sudah bawa surat keterangan sehat. Mau pulang ke rumah belum boleh, akhirnya mengisolasi di kamar hotel Malindo. Itu warga sekitar sini, datang dari Batam dan Bali, saya terima sendiri secara pribadi, “ ujarnya.

Itupun tawaran menjadi tempat isolasi dibatasi sampai dengan tanggal 27 Juni 2020. Setelah tanggal 27 Juni, hotel beroperasi melayani tamu seperti biasa.

Wanita yang biasa dipanggil Bunda Malindo ini merasa perlu mengklarifikasi, karena muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat sekitar hotel.

“Sering kali saya ditanya warga yang dengar berita dari radio. Tahunya warga sini Hotel Malindo mau dipakai ruang isolasi pasien Covid-19, nggak seperti itu. Bagi saya lingkungan adalah segalanya. Jadi kalau setelah tanggal 27 Juni ada yang minta mau isolasi, ya mohon maaf nggak bisa, “ imbuh Ayu.

Ayu menambahkan pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap antisipasi penyebaran Covid-19. Bahkan sejak mendekati akhir bulan Maret lalu, pengunjung hotel sudah diwajibkan mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk ruangan. Selain itu, seluruh kamar sudah disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

“Nggak cuman di hotel sini, saya juga ikut mengantisipasi di tempat lain, pasar misalnya. Kita lakukan penyemprotan lebih awal, “ tandasnya.

Atas penjelasan tersebut, Ayu berharap tidak ada tamu yang merasa ragu, kalau ingin menginap di hotelnya. Termasuk masyarakat Desa Sluke dan sekitarnya bisa kembali tenang.

“Kebetulan anak saya masuk rumah sakit, ada isyu kena Covid, sama sekali nggak. Itu cuman mau nyabut pen mas, “ pungkas Ayu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *