Saat Bupati Rembang Mengadu Ke Pak Menteri, Ungkap Sejumlah Masalah
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan imbas Covid-19 di daerahnya, kepada Menteri Koperasi Dan UKM, Teten Masduki, Sabtu (04/07).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan imbas Covid-19 di daerahnya, kepada Menteri Koperasi Dan UKM, Teten Masduki, Sabtu (04/07).

Lasem – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rembang semakin merosot, faktor utama dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan hal itu, ketika memberikan sambutan dikala kunjungan Menteri Koperasi Dan UKM, Teten Masduki di kantor koperasi BMT Bus Lasem, Sabtu sore (04/07).

Hafidz membeberkan sebenarnya trend pertumbuhan ekonomi sebelum Covid-19 menunjukkan arah positif. Tahun 2017 mencapai 6,3 %, tahun 2018 bertahan di atas angka 6 % dan tahun 2019 5,9 %, sedangkan tahun 2020 ini diprediksi anjlok 5,1 %.

“Dampak Covid-19 memang sangat terasa, padahal kita masih mempunyai PR menurunkan angka kemiskinan sampai 7 %, selama 5 tahun terakhir, “ ujarnya.

Bupati membenarkan hampir semua sektor merasakan dampak Covid-19. Ia mencontohkan petani tebu, juga mengeluh akibat penurunan harga gula yang bersamaan dengan masa panen. Padahal saat ini luas tanaman tebu di Kabupaten Rembang mencapai 9 ribu hektar.

Pemkab belum mempunyai solusi, karena perlu dorongan kebijakan dari pemerintah pusat. Termasuk membuat koperasi petani tebu, supaya bisa melakukan intervensi harga, sehingga tidak mudah dipermainkan oleh sejumlah oknum.

“Gula di tingkat pabrik yang sempat Rp 18 ribu sekarang tinggal Rp 10 ribu sekian. Apakah ini perlu ada koperasi petani tebu, biar harga nggak diombang ambingkan. Tebu dari Rembang ini masuknya ke mana-mana, ya pabrik di Pati, Kudus, bahkan sampai Jawa Timur, “ terang Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menanyakan apakah Kementerian Koperasi Dan UKM akan mengucurkan bantuan sosial (Bansos) produktif, untuk meringankan para pelaku usaha ? Mendengar pertanyaan itu, Menteri Teten Masduki menyampaikan masih dalam proses. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *