Masa Pandemi, Bedanya Harga Mobil Baru Dan Mobil Bekas
Usaha jual beli mobil bekas milik Sarto di Jl. Pemuda Rembang. (Foto atas) Sales counter dealer mobil Mitsubishi di Rembang menunjukkan salah satu seri mobil Pajero Sport.
Usaha jual beli mobil bekas milik Sarto di Jl. Pemuda Rembang. (Foto atas) Sales counter dealer mobil Mitsubishi di Rembang menunjukkan salah satu seri mobil Pajero Sport.

Rembang – Pandemi Covid-19, apakah berpengaruh terhadap harga mobil baru maupun mobil bekas ? Tersiar kabar bahwa harga mobil bekas terjun bebas. Nah..apakah benar demikian, ikuti perjalanan saya.

Kali pertama saya datang ke dealer Mitsubishi di Jl. Rembang – Blora. Tujuannya, untuk mengecek sejauh mana pergerakan harga mobil-mobil baru. Meski 1 merek, tapi minimal bisa memberikan gambaran.

Di kelas Mitsubishi terkenal dengan XPander, kemudian Pajero Sport. Dari daftar harga per bulan Juni ini, XPander termurah Rp 225.300.000, sedangkan seri termahal Rp 281.400.000. Untuk model All New Pajero Sport termurah dibanderol Rp 500.300.000, sedangkan tipe terbaru Rp 707.000.000. Jika dibandingkan dengan harga periode sebelum pandemi Corona, tidak banyak berubah.

Hal itu diungkapkan sales counter dealer Mitsubishi, Dyah Sinta Primadani. Menurut Dyah, harga mobil Mistsubishi baru, masih relatif stabil. Yang membedakan, justru dari pihak leasing penanggung kredit. Sebelum pandemi Corona, uang muka (DP) 10 % sudah bisa dilayani, tapi sekarang DP minimal antara 40 – 50 % dari total harga kendaraan.

“Untuk mobil yang paling laku selama masa pandemi, Colt L-300 (colt sapek-Red) lebih mendominasi. Soal harga masih biasa, belum ada perubahan, antara sebelum dan sesudah corona, “ kata Dyah.

Arif Adi Lukmono, pimpinan cabang dealer Mitsubishi Jl. Rembang – Blora membeberkan sejak pandemi corona, penjualan mobil secara nasional turun 60 %.

Di dealer yang ia pimpin, saat kondisi normal, dalam sebulan mampu menjual 30 unit semua tipe, tapi kini rata-rata hanya 10 unit, karena banyak sektor usaha yang terkena imbas penyebaran corona, sehingga ekonomi lesu.

“Cuman setelah pemerintah berencana berlakukan new normal, perlahan-lahan grafiknya mulai meningkat. Semoga corona lekas berlalu, “ ujarnya.

Arif menambahkan pihaknya berupaya memaksimalkan sejumlah program keringanan, untuk mendongkrak penjualan mobil baru. Ia mencontohkan L 300 bunganya 0 %, dengan DP rata-rata minimal 20 %, masih membuat konsumen antusias.

“Xpander juga ada program bunga 0 % sampai 2 tahun, program-program seperti ini kita maksimalkan, “ terang pria asli Desa Kabongan Kidul Rembang tersebut.

Manakala harga mobil baru Mitsubishi stabil, kita beralih ke show room mobil bekas. Kali ini saya menyambangi usaha jual beli mobil bekas di Jl. Pemuda Rembang, milik Sarto.

Pensiunan pegawai negeri ini membenarkan dampak corona memukul jual beli mobil bekas, terutama untuk kelas harga Rp 100 Juta keatas. Rata-rata per unit, minusnya bisa mencapai Rp 20 an Juta.

“Misalnya Toyota Avanza tahun 2014 yang dulu Rp 135 Juta, sekarang Rp 110 Juta. Avanza tahun 2005, dulunya Rp 80 Juta, turun jadi Rp 70 Juta, “ bebernya.

Apalagi mobil kelas sedan, menurutnya anjlok. Sarto kemudian menunjukkan mobil Suzuki Forsa. Pasaran sebelum corona, bisa laku Rp 27 Juta, namun kini terjual dengan harga hanya Rp 14 Juta.

Pedagang akan lebih pusing lagi, jika banyak membeli mobil sebelum corona dan harus menjualnya sekarang. Karena pandemi corona belum tahu akan selesai sampai kapan, mobil terpaksa tetap dilempar ke pasaran, supaya tidak semakin merugi. Meski sudah banting harga, itu pun susah mendapatkan pembeli.

“Kecuali orang desa yang kebetulan punya tabungan nganggur, mereka memanfaatkan momentum ini untuk cepet-cepet beli mobil. Nah biasanya seperti itu, “ ungkap Sarto.

Lalu jenis mobil bekas apa yang harganya stabil ? Sarto menyebutkan Suzuki Katana maupun mobil jenis Jeep, sejauh ini masih kokoh dan belum tergoyahkan oleh hantaman corona. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *