Bagikan Daging Ayam Joper Dan Telur, Kolaborasi Iuran Pegawai Dengan CSR
Pembagian daging ayam Joper dan telur kepada warga di Kabupaten Rembang, Jum’at (08 Mei 2020).
Pembagian daging ayam Joper dan telur kepada warga di Kabupaten Rembang, Jum’at (08 Mei 2020).

Rembang – Dokter dan Mantri Hewan serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rembang membagikan daging ayam Jowo Super dan telur gratis kepada warga, Jum’at (8/5/2020).

Mereka yang tergabung dalam Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia (Paravetindo) Kabupaten Rembang, sebelumnya membeli daging ayam Joper dari peternak.

Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rembang, Suratmin menyebutkan daging ayam yang dibagikan sebanyak 600 paket. Gerakan sosial tersebut bertujuan membantu peternak joper dan meringankan beban warga kurang mampu, di tengah pandemi Covid-19.

“Populasi ayam joper di Rembang ada sekitar 50 rb ekor dan bulan ini yang siap panen 15 ribu ekor. Karena permintaan pasar yang menurun sehingga peternak kesulitan di pemasaran. Untuk itu dari teman-teman Paravetindo berinisiatif membeli dan dibagikan kepada warga, ” tuturnya.

Sementara itu, salah satu Peternak Joper dari Desa Manggar Kecamatan Sluke, Akhmad Roykhan mengaku bersyukur pengurus Paravetindo mau membeli ayam mereka. Pasalnya di masa pandemi covid-19 ini peternak Joper kesulitan untuk menjual ayam.

“Penjualan susah sekali, sedangkan kalau ayam sudah waktunya dipanen kok nggak dijual, kan biaya perawatan membengkak. Seperti membeli makan dan vitamin. Ini 1 kg untuk jantan Rp.18 ribu dan joper 1 kg nya Rp. 25 ribu, ” ujar Akhmad.

Jika daging ayam dibeli dari uang iuran anggota Paravetindo, sedangkan 6.000 butir telur ayam berasal dari CSR PT. Malindo dan PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Rembang.

Setelah itu dikemas 600 paket, yang tiap paketnya berisi 0,5 kg daging ayam Joper dan 10 butir telur itu, dibagikan ke 14 kecamatan. Setiap inseminator, ASN, dokter dan mantri hewan menyalurkannya ke rumah warga tidak mampu, di desanya masing-masing. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *