Ortu Emosi!! Camat Hingga Ketua DPRD Angkat Bicara, Dugaan Keracunan Susu MBG
Sejumlah anak menjalani perawatan di Puskesmas Kragan II, karena diduga mengalami keracunan susu MBG.
Sejumlah anak menjalani perawatan di Puskesmas Kragan II, karena diduga mengalami keracunan susu MBG.

Kragan – Sejumlah orang tua siswa yang anaknya mengalami gejala keracunan di SD N Balongmulyo, Kecamatan Kragan sempat emosi.

Mereka kesal, karena program makan bergizi gratis (MBG), justru membahayakan keselamatan anak-anak, diduga setelah minum susu dengan kemasan yang sudah rusak.

Hal ini dianggap sebagai keteledoran pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangharjo Kecamatan Kragan yang tidak teliti, saat memberikan susu kemasan, sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.

“Apa ya nggak dicek dulu, kemasan susunya. Kalau ada tanda-tanda rusak, yo ojo dipaksakan dibagi,” ujar salah satu orang tua siswa.

Total ada 22 anak menjalani perawatan di Puskesmas Kragan II, karena merasakan gejala mual, pusing dan muntah-muntah, Selasa pagi (21 April 2026), saat bersamaan dengan Hari Kartini. Namun belakangan 5 anak boleh pulang dan 17 lainnya menjalani perawatan.

Seorang siswi SD N Balongmulyo, Chilyatus Zakiya (11 tahun) mengaku saat peringatan Hari Kartini, sempat diajak jalan-jalan ke Pantai Balongan.

Setelah itu balik ke sekolah, diberi makan MBG, salah satunya berisi susu. Menurutnya, rasa susu tersebut mencurigakan.

“Rasanya nggak enak, lama-lama kecut. Terus sakit perut sama pusing,” tuturnya.

Warganet (Netizen) juga ikut geram, mengomentari peristiwa dugaan keracunan susu MBG ini di media sosial.

“Distop aja beres,” kata pemilik akun Geal Geol.

“Harus nunggu korban berapa banyak lagi pak,” sindir pemilik akun Ayra.

“Di setiap MBG ada ahli gizinya, programnya sudah bener, tapi dari oknum-oknum orangnya yang menyalahgunakan, harus disidak,” tulis pemilik akun Fazai.

“MBG nya distop, mendingan dialihkan ke BPJS dan kuliah gratis,” beber Rifki Sheila.

Tanggapan Ketua DPRD Rembang

Camat Kragan, Nasaton Rofiq saat dikonfirmasi mengatakan masa kadaluwarsa susu kemasan sampai bulan November 2026. Namun ada beberapa yang mengalami kerusakan pada kemasannya.

“Hal itu yang dicurigai apakah terkontaminasi oleh bakteri atau bagaimana, nanti akan disimpulkan oleh pihak Dinas Kesehatan. Kebetulan lokasi SPPG berada di dekat Puskesmas Kragan I, pak dokternya menyampaikan sudah ada pengambilan sampel susu untuk dicek,” kata Camat.

Ia menimpali pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan perwakilan SPPG maupun yayasan yang menaungi. Nasaton sependapat jika SPPG kedepan lebih berhati-hati, sebelum menyalurkan menu MBG.

“Jangan sampai teledor, dicek betul-betul, sehingga dugaan keracunan yang sudah terjadi dua kali ini di Kecamatan Kragan, tidak terulang lagi,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Rembang, Abdul Rouf menyampaikan kalau nantinya sudah pasti siswa keracunan MBG, maka dapur yang menyalurkan harus mendapatkan sanksi tegas.

“Tujuannya biar tidak terulang kembali,” ungkap Rouf, Selasa malam.

Kami sudah menghubungi Kepala SPPG Karangharjo Kecamatan Kragan, maupun koordinator wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Rembang.

Namun hingga berita ini diturunkan, keduanya belum memberikan tanggapan resmi, atas kejadian tersebut. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan